Tutup Iklan
Soto Tan Proyek, Kuliner Legendaris Gunungkidul Bernama Unik yang Bikin Penasaran
Unggahan Youtube Dyodoran saat mencoba kuliner legendaris yaitu Soto Tan Proyek di Gunungkidul, DIY, Jumat (24/7/2020). (Youtube/Dyodoran)

Solopos.com, WONOSARI — Tak hanya dikenal memiliki pantai yang eksotis, Kabupaten Gunungkidul, DIY, juga punya kuliner soto yang legendaris yakni Warung Soto Tan Proyek. Kuliner bernama unik ini sudah ada sejak 1970.

Soto Tan Proyek sangat populer dan dikenal masyarakat Gunungkidul. Tak heran jika warung soto yang dijual di tempat sederhana ini selalu ramai oleh pengunjung dari luar Gunungkidul.

Kuliner khas ini berada di jalan Wonosari-Jogja, Logadeng, Plumbon Lor, Logandeng, Kecamatan Playeng, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Menurut pengakuan salah seorang pelayan, warung soto ini sudah beroperasi sejak tahun 1970.

Merasa Aneh Positif Covid-19 Tapi Sehat Bugar, Wawali Solo Tes Swab Mandiri Dan Ternyata Negatif

“Sudah sejak tahun 1970,” ucap Yuni dalam unggahan Youtube Dyodoran Soto Legendaris Warisan Leluhur Sejak Tahun 70an!! seperti dikutip Solopos.com, Jumat (24/7/2020).

Tampilan Soto Tan Proyek sebenarnya tidak beda jauh daripada soto pada umumnya. Satu mangkuk kuliner di warung ini berisi nasi putih, taoge, irisan wortel, kubis, seledri, bihun, taburan bawang goreng, dan suwiran daging ayam kampung yang disiram dengan kuah soto bening.

Warung Soto Tan Proyek buka setiap hari mulai pukul 05.30 WIB sampai 13.00 WIB. “Tidak ada liburnya, jam 05.30 WIB sampai 13.00 WIB,” jelas Yuni kepada Dyo, sang pemilik channel Youtube.

Minta Maaf di Youtube, Ericko Lim Ngaku Terlalu Naif dan Kekanak-kanakan

Rasa Kuah Gurih dan Segar

Dalam unggahannya, Dyo menyebut soto ini punya kuah perpaduan berbagai rasa. “Kuahnya itu gurih, manis, dan segar karena ini menggunakan air kaldu dari rebusan ayam,” ucap Dyo.

Satu lagi yang membuat kuliner ini spesial adalah penggunaan ayam kampung yang tentunya lebih gurih dan sedikit ulet (liat). Menurut dia, ayam kampungnya di Soto Tan Proyek kenyal. “Benar-benar asli semlidut, lezatos, kotoz-kotoz,” sambung Dyo.

Bagi pengunjung yang merasa ayam dalam soto tersebut kurang, dapat menambah ayam dan lauk lainnya yang sudah tersedia di atas meja. Ada tempe dan prekedel.

2 Pekan Ditutup, Alkid Keraton Solo Akhirnya Dibuka Kembali

Harga satu porsi soto ini terbilang terjangkau. “Harga soto ayam Rp13.000, tempe Rp1.000, perkedel Rp3.000,” tuntas Dyo.

Penelusuran Solopos.com, nama Soto Tan Proyek sebenarnya berasal dari kata “wetan proyek” atau timur proyek. Dahulu warung soto ini memang berada di sebelah timur proyek Perum Bulog.

Kini, lokasi warung berada di sebelah barat Bulog, namun nama Tan Proyek dipertahankan. Soto ini bisa dijadikan tempat rujukan untuk sarapan dan makan siang yang ingin berkunjung ke Gunungkidul, DIY. Tapi disarankan datang tidak terlalu siang sebab bisa-bisa Anda kehabisan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho