Tutup Iklan

SOTK Baru Kota Semarang Gelembungkan APBD Rp38 Miliar

SOTK Baru Kota Semarang Gelembungkan APBD Rp38 Miliar

SOLOPOS.COM - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi alias Hendi. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

SOTK Baru Kota Semarang membuat kebutuhan dana APBD menggembung Rp38 miliar.

Solopos.com, SEMARANG — Struktur organisasi tata kerja (SOTK) baru yang kini disebut organisasi perangkat daerah (OPD) membuat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bertambah. Penambahan SKPD itu diakui Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuat kebutuhan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bertambah sekitar Rp38 miliar/tahun.

"Sudah, sudah dihitung dan disimulasikan, anggaran untuk SKPD bertambah sekitar Rp38 miliar/tahun karena jumlah SKPD kan juga bertambah," kata Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—di Semarang, Kamis (6/10/2016).

Hasil penataan SOTK yang kini disebut OPD itu membuat jumlah SKPD di lingkup Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) bertambah dari semula hanya 39 menjadi 42, baik dinas, kantor, maupun badan. Meski kebutuhan dana meningkat seiring penambahan SKPD itu, Hendi menyatakan SOTK baru tersebut masih sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. "Tidak masalah. Mulai APBD 2017, harus mulai berjalan sesuai hasil penataan OPD," katanya.

Hendi mengharapkan seluruh jajaran Pemkot Semarang tetap tenang meskipun ada perubahan cukup signifikan dari hasil penataan SOTK yang kini disebut OPD itu. Sebelumnya, kalangan DPRD Kota Semarang memang mengakui adanya pembengkakan anggaran seiring dengan hasil penataan SKPD di lingkup pemerintah kota setempat.

Namun, Wakil Ketua Pansus Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Semarang Johan Rifai menyebutkan kenaikannya tidak terlalu signifikan karena hanya 1% dari total anggaran setiap tahun. "Kami juga sempat tanyakan terkait pembengkakan anggaran dengan bertambahnya SKPD. Setelah dihitung, kenaikannya tidak signifikan," kata anggota Komisi A DPRD Kota Semarang tersebut.

Apalagi, kata dia, pada tahun depan akan ada pengurangan pegawai di lingkup Pemkot Semarang sekitar 1.800 pegawai negeri sipil (PNS) dari kalangan guru SMA karena dialihkan kepada pemerintah provinsi. Jadi, simpul politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, beban anggaran Pemkot Semarang, terutama dari belanja tidak langsung untuk membayar gaji PNS itu ikut berkurang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Melonjak! Pemusalaran Jenazah Prosedur Covid-19 di Sukoharjo Capai 22 Orang dalam Sehari

Sebanyak 22 jenazah dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo dalam sehari. Kondisi ini melonjak tajam dari biasanya empat jenazah.

Diduga Gegara Depresi, Perempuan asal Pati Terjun ke Sumur

Seorang perempuan di Pati diduga nekat mengakhiri hidup dengan menceburkan diri ke sumur. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Bangun Tidur Buka Jendela, Warga Sukodono Sragen Shock Temukan Tetangga Gantung Diri

Seorang pria lansia asal Sukodono, Sragen, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di belandar rumah pada Jumat (25/6/2021).

Uji Sampel Covid-19 Melonjak, BBVet Wates Kulonprogo Kewalahan

Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates kewalahan menguji sampel lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di Kulonprogo.

Faktor Ratusan ODGJ Bisa Sembuh dari Covid-19: Tak Stres Pikirkan Corona

Ratusan pasien ODGJ dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan, begini penjelasannya.

Wah, Ternyata Banyak ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020, Sukoharjo Nomor Dua

Bawaslu Jateng menyebut ada 110 ASN yang terbukti tak netral pada Pilkada 2020. Mereka telah dijatuhi sanksi.

Catat! Ini Perbedaan Varian Delta dan Delta Plus

Apa sajakah perbedaan virus corona varian Delta dan Delta Plus?

Uji Coba PSIS Kontra PSIM Disiarkan Live Streaming

PSIS Semarang akan meladeni PSIM Yogyakarta pada laga uji coba yang akan disiarkan secara streaming.

15 Dokter Anak di Jateng Terpapar Covid-19

Sebanyak 15 dokter anak di Jateng terpapar Covid-19. Diduga tertular dari pasien anak yang positif Covid-19.

Percepat Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Targetkan 1 Juta Dosis per Hari

Kementerian Kesehatan mempercepat program vaksinasi Covid-19 dengan target 1 juta dosis per hari.

Jenderal TNI Gadungan Diringkus di Gemolong Sragen, Sempat Kabur Meloncat dari Jendela

Ada pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI berpangkat Mayor Jenderal di Dukuh Ngrendeng, RT 17, Desa Kaloran, Gemolong, Sragen.

Kementerian ATR/BPN Gandeng UKSW Dorong Reformasi Agraria di Papua

Rektor UKSW, Neil S. Rupidara, menyambut baik ajakan kolaborasi Wamen Surya Tjandra. UKSW sudah bekerja sama dengan berbagai pihak selama ini.