Sosok Moetiah Korban G30S/PKI Kebal Ditembak di Kuburan Massal Plumbon Semarang

Cerita korban G30S/PKI, Moetiah, yang kebal saat ditembak dan dimasukkan hidup-hidup ke dalam kuburan massal di Plumbon, Semarang, Jawa Tengah.

 Makam massal tragedi 1965 Plumbon. Warga sekitar sesekali datang membersihkan. (Solopos.com/Ponco Wiyono)

SOLOPOS.COM - Makam massal tragedi 1965 Plumbon. Warga sekitar sesekali datang membersihkan. (Solopos.com/Ponco Wiyono)

Solopos.com, SEMARANG — Cerita saksi mata tentang apa yang terjadi di Kampung Plumbon, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah pada suatu malam di tahun 1965 seakan tidak ada habisnya.

Selalu ada hal tertentu dari kesaksian warga yang bermukim di kawasan hutan jati bagian barat Kota Semarang ini.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Ketua RT 007/RW 003, Gunawan menceritakan sekelumit peristiwa berdasarkan apa yang dia dengar dari sepupunya, Sukar. Sukar merupakan salah satu saksi mata pada malam berdarah tersebut.

Belasan orang, tetapi sejumlah pihak menyebut puluhan orang, dieksekusi di tempat itu karena dituduh sebagai simpatisan maupun bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Lima orang, termasuk Sukar diminta menggali tanah. Waktu itu malam hari dan lokasi di dekat lubang itu ditutupi,” jelas Gunawan kepada Solopos.com, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga : Mitos di Kuburan Massal Semarang, Penampakan Makhluk Halus hingga Tersesat

Kemudian, Sukar dan penggali lubang yang lain diminta menyingkir. Penasaran, ia memberanikan diri mengintip dari sela-sela pagar penutup di dekat kuburan massal Plumbon Semarang.

“Katanya ia melihat kira-kira 24 orang diturunkan dari truk dan diminta berdiri di dekat lubang. Lalu ada aba-aba kepada orang-orang itu untuk berdoa,” lanjut Gunawan.

Kisah Moetiah

Menurut Gunawan, Sukar kerap bercerita tentang situasi di malam eksekusi tersebut. Sukar sudah meninggal setahun lalu. Hanya tinggal Muh Karmain, kini berusia 90 tahun, sebagai satu-satunya saksi yang masih hidup.

kuburan massal plumbon semarang
Ketua RT 7 RW 3 Kampung Plumbon, Gunawan, mengatakan kerabat Moetiah sudah tak diam-diam lagi untuk berziarah ke makam. (Solopos.com/Ponco Wiyono)

“Tak lama setelah berdoa, tembakan demi tembakan diarahkan ke para korban dari kendaraan. Satu orang yang tidak kunjung meninggal adalah Moetiah. Sukar menceritakan dia [Moetiah] terus tertawa dan berkata ‘iki lo, aku ora apa-apa’,” ungkap Gunawan sambil melihat ke atas.

Baca Juga : Kuburan Massal di Semarang, Lokasi Pembantaian 1965 yang Dianggap Keramat

Lantaran tak kunjung meninggal, Moetiah dipaksa masuk ke lubang dalam keadaan masih bernyawa. Ia dipendam hidup-hidup bersama puluhan korban lain. Sejauh ini baru delapan orang yang telah diketahui identitasnya.

“Sukar menceritakan Bu Moetiah masih sempat tertawa saat sudah di dalam lubang. Kalau jumlah pasti berapa yang dieksekusi itu ada beberapa versi. Ada yang bilang 14, ada yang bilang 21 sampai 24 orang,” beber Gunawan, lelaki yang sudah sembilan tahun menjabat Ketua RT.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan keluarga Moetiah sesekali datang untuk membersihkan makam tersebut. “Saya pernah lihat sekali tapi tidak saya tanya. Hanya saya tahu dia kerabat dari Bu Moetiah yang orang Kendal,” jelasnya.

Situs Pelanggaran HAM Berat

Gunawan mengaku tidak tahu pasti siapa Moetiah. Ia hanya mengatakan pernah mendapat kabar Moetiah merupakan anak pejabat di Kendal. Dia dieksekusi karena dampak fitnah. Dia disebut simpatisan PKI lantaran aktif di Gerwani.

Baca Juga : Kuburan Massal Tragedi 1965 yang Terserak

“Dulu kerabatnya itu berpindah-pindah karena statusnya sebagai keturunan PKI membuatnya dipandang berbeda oleh orang-orang. Kalau berziarah pun diam-diam. Sekarang, mereka sudah menetap di Kaliwungu dan sudah biasa saja saat berziarah ke sini,” jelasnya.

Pada 2015, sejumlah aktivis kemanusiaan memasang nisan di kuburan massal Plumbon Semarang. Kuburan yang berisi puluhan orang yang disebut-sebut bagian dari PKI.

Kemudian, pada 2020, kuburan massal di Plumbon Semarang ini ditetapkan sebagai situs terkait pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat, yakni Centro Internacional para la Promoción de los Derechos Humanos (CIPDH) atau International Center for the Promotion of Human Rights UNESCO.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pj Wali Kota Salatiga: Hasil Korupsi Bukan Rezeki

      Jangan terima yang bukan menjadi haknya. Ingat hasil korupsi itu bukan rezeki

      Kaget! Hendak Salat Jumat, Warga Semarang Temukan Mayat di Depan Rumah

      Penemuan mayat pria tanpa identitas terjadi di Jalan MH Thamrin, Kota Semarang, Jumat (9/12/2022).

      Lewat Flashmob, Cara Dispangtan Salatiga Sosialisasikan Kenyang Tak Harus Nasi

      Kepala Dispangtan Kota Salatiga Henny Mulyani mengaku tujuan flashmob sebagai bentuk edukasi dan publikasi bahwa kenyang tidak harus makan nasi.

      Pemkot Salatiga Raih 2 Penghargaan di Akhir 2022, Ini Daftarnya

      Government Entrepreneurial Marketing Awards merupakan sebuah bentuk apresiasi yang diharapkan dapat membantu memperkenalkan inovasi, kreativitas, interpretasi dan benefit yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia

      Terekam CCTV, Siswa SMK di Semarang Serang Sekolah Lain dengan Sajam

      Sebanyak empat siswa SMK Negeri 10 Semarang ditangkap lantaran melakukan penyerangan atau memicu tawuran dengan menggunakan senjata tajam kepada siswa SMKN 3 Semarang.

      Drama My Superhero Tomato SD Kristen Satya Wacana Ingatkan Pola Hidup Sehat

      My Superhero Tomato bercerita tentang perjuangan untuk hidup sehat. Beraneka jenisnya makanan, jika tidak diimbangi pola hidup sehat akan menjadi sumber penyakit.

      Berenang di Sungai Bogowonto, Seorang Lansia Purworejo Hanyut

      Seorang warga lanjut usia (lansia) dilaporkan hanyut dan tenggelam saat berenang di Sungai Bogowonto, Purworejo.

      Wuiihhh Keren! Peralatan Makan dari Kayu Buatan Jepara Tembus Pasar Dubai

      Peralatan makan berbahan kayu buatan perajin asal Jepara yang mampu tembus pasar Timur Tengah atau Dubai dipamerkan di Kota Semarang.

      Program Matching Fund, Dosen UKSW Ciptakan Aplikasi eRumputTernak

      program matching fund ini dilaksanakan melihat masalah yang dihadapi usaha perternakan, antara lain jumlah produk belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dan pelangan, terbatasnya lahan produksi, serta harga bahan baku complete feed cukup mahal.

      Si Baja, Animasi Belajar Budaya Jawa Karya ISI Jogja Dikenalkan di Salatiga

      Film animasi Si Baja mendapat dukungan Program Matching Found Vokasi Kedaireka Kemendikbudristek.

      Simak! Ini Skenario Rekayasa Lalu Lintas saat Pernikahan Kaesang-Erina

      Begini rekayasa lalu lintas yang disusun Polda DIY saat pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sleman, Yogyakarta.

      UMK Kota Semarang Tertinggi di Jateng, Begini Reaksi Buruh

      Serikat pekerja atau buruh yang tergabung dalam KSPN Jateng menilai kenaikan UMK di Kota Semarang tahun 2023 belum sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL).

      Pasar Ngaliyan Kota Semarang Kebakaran, 10 Kios Hangus

      Kebakaran melanda Pasar Ngaliyan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (8/12/2022) sore dan menghanguskan sejumlah kios.

      Ganjar Sebut Kerja di KIK Gaji di Atas UMK Kendal

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut gaji karyawan yang bekerja di Kawasan Industri Kendal atau KIK lebih besar dari UMK Kendal.

      Imbas Kecelakaan Bus di Sarangan, Pemilik Bus Wisata Mulai Sulit Cari Pelanggan

      Pelaku jasa perjalanan wisata mengeluhkan adanya kekhawatiran masyarakat untuk menggunakan bus pariwisata imbas kecelakaan maut di Sarangan.

      Suap Dosen UIN Walisongo, 8 Kades di Demak Duduk di Kursi Pesakitan

      Sebanyak delapan kades di Demak, Jateng, menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang atas kasus dugaan suap kepada dosen UIN Walisongo Semarang.