Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

 Tangkapan layar Gubernur Lampung periode 1998-2003, Oemarsono. (Istimewa/Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung)

SOLOPOS.COM - Tangkapan layar Gubernur Lampung periode 1998-2003, Oemarsono. (Istimewa/Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung)

Solopos.com, SRAGEN — Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, meninggal pada Minggu (22/5/2022) dan dimakamkan di tanah kelahiran Dukuh Cungul RT 035, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Senin (23/5/2022).

Sejumlah kepala daerah dan pejabat dari kawasan Soloraya melepas kepergian Oemarsono ke tempat peristirahatan terakhir. Pelayat datang ke rumah duka sejak Minggu (22/5/2022) sampai Senin (23/5/2022) ini.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kepala Desa Gebang, Jumanto, menyampaikan hal tersebut kepada Solopos.com, Senin (23/2/2022). Jenazah Oemarsono dimakamkan di area permakaman keluarga dukuh setempat pada Senin pukul 09.00 WIB.

“Mulai tadi malam. Pemda [Pemerintah Daerah] Wonogiri hadir. Pak Bupati [Wonogiri] Joko Sutopo sama wakilnya,” kata dia mewakili keluarga besar Oemarsono.

Selain Bupati Wonogiri, lanjut dia, pimpinan DPRD Wonogiri beserta staf Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri turut hadir di rumah duka. “Kemudian Forkopimda [forum koordinasi pimpinan daerah] Sragen. Bu Yuni [Bupati Sragen] beserta wakilnya dan kepala dinas,” ujarnya.

Baca Juga : Kabar Duka: Mantan Bupati Wonogiri, Oemarsono Meninggal Dunia

Jumanto menjelaskan Oemarsono tinggal di Kota Solo, Jawa Tengah setelah pensiun sebagai Gubernur Lampung periode 1998-2003. Tetapi, Oemarsono kerap berkunjung ke Cungul Masaran Sragen saat akhir pekan.

Di mata Jumanto, lelaki kelahiran 3 Mei 1940 itu sosok yang disiplin dan tegas. Oemarsono menjadi panutan generasi yang lebih muda. “Memang Pak Oemarsono orangnya disiplin dan tegas. Menjadi panutan anak cucunya,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan bahwa Oemarsono menjadi sosok yang menginspirasi warga setempat. Banyak warga Gebang Masaran Sragen yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Dulu pernah menjadi Sekda Sragen. Terus menjadi Bupati Wonogiri dua periode. Lalu Wakil Gubernur dan Gubernur Lampung,” tutur dia.

PNS hingga Gubernur

Sebagai informasi, Oemarsono merupakan Bupati Wonogiri ke-13 pada periode 1985-1995. Kemudian, pada periode 1995-1998 ia menjabat Wakil Gubernur Lampung. Setelah itu, Oemarsono menjabat sebagai Gubernur Lampung periode 1998-2003.

Baca Juga : Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono Dimakamkan di Tanah Kelahiran Sragen

Dilansir dari wikipedia.org, Oemarsono meninggalkan seorang istri Edyati Dwi Lestari dan tiga orang anak, yakni Projo Sudrajat, Retno Dwi Hartati, dan Toto Tri Mulyarto. Dia menempuh pendidikan S1 Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 1966.

Oemarsono juga tercatat sebagai alumnus SMAN 4 Solo pada 1960. Ia juga menempuh pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) di Sragen pada 1957 dan SR Sragen pada 1954.

Seperti dikisahkan Jumanto perihal karier Oemarsono. Ia pernah menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Sragen pada 1966. Kemudian, menjabat Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sragen pada 1985.

Dia melanjutkan kariernya sebagai Bupati Wonogiri pada 1985-1995, Wakil Gubernur Lampung pada 1995-1998, terakhir Gubernur Lampung pada 1998-2003.

Baca Juga : Profil Fahmi Idris dari Pebisnis, Politikus, hingga Menteri Era SBY

Diberitakan sebelumnya, mantan Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Oemarsono, meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022). Oemarsono meninggal pada usia 82 tahun setelah mengalami sakit selama beberapa waktu.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Mursid Suroto, membenarkan kabar duka tersebut. Menurut infrormasi yang ia dapatkan melalui aplikasi percakapan WhatsApp, Oemarsono meninggal di Rumah Sakit (RS) dr. Moewardi Solo, Jawa Tengah.

“Innalilahi wa innailaihi rojiun, Allahumag firlahu warhamhu waafihi wa’fuanhu. Telah dipanggil ke hadapan Allah SWT, Drs. H. Oemarsono, pada usia 82 tahun, Minggu Pon (22/5/2022) pukul 12.00 WIB di RS Moewardi Solo,” tulis kabar yang diterima Mursid melalui pesan aplikasi WhatsApp.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Generasi Z Indonesia Paling Stres

+ PLUS Generasi Z Indonesia Paling Stres

Generasi Z di Indonesia menjadi generasi yang mudah cemas dan mudah mendapat tekanan batin atau stres. Tingkat kecemasan generasi kelahiran 1997-2012 ini paling tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.

Berita Terkini

Temuan Benda Ritual di Candi Kethek, Tempat Pembebasan Dosa

Penelitian di Candi Kethek yang berlokasi di lereng Gunung Lawu menemukan sejumlah benda-benda dan alat ritual yang terkait dengan upacara pemujaan, ruwatan, dan pembebasan kutukan serta dosa.

BRT Trans Jateng Rute Solo-Wonogiri: Murah, Aman, & Nyaman

BRT Trans Jateng rute Solo-Wonogiri bakal menjadi sarana transportasi yang murah, mudah, aman, dan nyaman.

Hore! PTM 100 Persen Digelar di Boyolali Mulai Pekan Depan

PTM 100% tersebut akan dimulai pada tahun ajaran 2022/2023 pada seluruh sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP.

Rute BRT Trans Jateng Solo-Wonogiri: Keliling 3 Kota Cuma Bayar Rp4.000

Rute BRT Trans Jateng rute Solo-Wonogiri yang bertarif Rp4.000 akan melintasi tiga wilayah sekaligus dengan jarak tempuh 68 menit

Kecamatan Terkecil di Sragen: Paling Padat Dibanding Lainnya

Memiliki dua desa dan enam kelurahan, kecamatan terkecil di Sragen diklaim terpadat di Bumi Sukowati.

Harga Tiket BRT Trans Jateng Solo-Wonogiri Murah, Fasilitas Ciamik

Harga tiket BRT Trans Jateng jurusan Solo-Wonogiri lebih murah dari bus bumel dan dilengkapi fasilitas ciamik.

Begini Kronologi Penemuan Mayat Pria di Sawah di Cangkol Mojolaban

Korban ditemukan di area persawahan di Dukuh Cangkol, Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Korban merupakan warga sekitar bernama Mulyosuwito, 73. Berdasarkan keterangan dokter, korban meninggal karena terjatuh dan terjadi pendarahan dalam

Jaga Kewan, Cara Pemkab Boyolali Atasi Wabah PMK

Jaga Kewan merupakan upaya Pemkab Boyolali dalam menangani wabah PMK di Boyolali.

Kecamatan Terkecil di Sragen Ternyata Hanya Punya 2 Desa

Kecamatan terkecil di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ternyata hanya memiliki dua desa dan enam kelurahan saja.

Solopos Hari Ini: Aglomerasi Transportasi

Moda transportasi dengan wilayah operasi aglomerasi Soloraya membuka harapan sejumlah pihak, salah satunya pelaku wisata.

Mantap, Vaksinasi PMK Tahap I di Boyolali Selesai

Sebanyak 1.896 dosis telah disuntikkan untuk 1.400 sapi perah dan 500 sapi potong.

LPK di Karanganyar Harus Siap Hadapi Perubahan Pendidikan, Ini Caranya

Perubahan pola pendidikan saat ini begitu cepat dan berubah-ubah. Selain itu, globalisasi juga memunculkan persaingan di bidang jasa pendidikan.

Harga Tanah di Solo Capai Rp65 Juta/M2, di Mana Lokasinya?

Harga tanah per meter persegi di Kota Solo mencapai Rp65 juta. Kira-kira di mana lokasinya?

Siap-Siap, BRT Jateng Jalur Solo-Wonogiri Bertarif Rp4.000 Per Orang

BRT Trans Jateng rute Solo-Wonogiri bertarif Rp4.000 per orang dan Rp2.000 per pelajar dengan jarak tempuh 68 menit

Begini Cara Siswa Muhi Klaten Isi Liburan Sekolah Bersama UNS Solo

Kegiatan itu digelar dengan menggandeng tim pengabdian masyarakat Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (5/7/2022).