Tutup Iklan
Petugas menunjukkan barang bukti suap disaksikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/8/2019). KPK menetapkan tiga tersangka dugaan suap proyek Dinas PUPKP Kota Jogja 2019, yaitu Jaksa Kejari Jogja Eka Safitra, Jaksa Kejari Surakarta Satriawan Sulaksono, dan kontraktor asal Solo Gabriella Yuan Ana. (Antara - Rivan Awal Lingga)

Solopos.com, SOLO —-lokasi-di-jogja-solo-disegel-kpk-salah-satunya-kantor-dinas-pu-yogyakarta" title="3 Lokasi di Jogja & Solo Disegel KPK">Jaksa Kejaksaan Negeri Kota Solo, Satriawan Sulaksono, dikenal sebagai sosok yang dermawan di tempat tinggalnya di Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Seperti diketahui, Satriawan Sulaksono ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sebagai penerima gratifikasi proyek perbaikan gorong-gorong di Kota Jogja.

Ketua RT setempat, Sarjo Handoyo, saat ditemui solopos.com di kediamannya, Selasa (20/8/2019) malam, membenarkan Satriawan Sulaksono merupakan warganya.

Menurutnya, berbagai sumbangan telah -kpk-ini-kali-terakhir-jaksa-solo-satriawan-sulaksono-terlihat-di-kampung" title="Dicari KPK, Ini Kali Terakhir Jaksa Solo Satriawan Sulaksono Terlihat di Kampung">Satriawan Sulaksono berikan seperti seragam untuk kepentingan kampung dan sebuah pos ronda.

“Satriawan Sulaksono sosok yang sangat ramah dengan tetangga. Dia sangat aktif bersosialisasi dengan warga dalam kegiatan apa pun. Saya tidak menyangka kalau Satriawan Sulaksono berurusan dengan KPK,” ujarnya.

Sarjo menambahkan jaksa Satriawan Sulaksono sekitar tiga tahun tinggal di Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu. Meskipun seorang pendatang, -asal-solo-ditangkap-kpk-ini-proyeknya-di-jogja" title="Kontraktor Asal Solo Ditangkap KPK, Ini Proyeknya di Jogja">Satriawan Sulaksono mudah bergaul dengan keramahannya.

Ia mengaku kali terakhir melihat Satriawan Sulaksono pada perayaan HUT ke-74 RI dan Iduladha. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten