Sopir Mabuk Kendarai Mobil, 4 Nyawa Terenggut

Polisi menduga kecelakaan maut dengan empat korban jiwa itu diakibatkan sopir mobil dalam kondisi mabuk minuman keras.

 Kapolres Kupang, AKBP F.X. Irwan Arianto, saat meninjau lokasi kejadian kecelakaan maut di Kupang, Kamis (6/10/2022). (ANTARA/Ho-Humas Polres Kupang)

SOLOPOS.COM - Kapolres Kupang, AKBP F.X. Irwan Arianto, saat meninjau lokasi kejadian kecelakaan maut di Kupang, Kamis (6/10/2022). (ANTARA/Ho-Humas Polres Kupang)

Solopos.com, KUPANG — Empat orang meninggal dunia setelah mobil yang mereka tumpangi menabrak pagar rumah warga dengan keras di Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (6/10/2022) pukul 03.00 Wita.

Polisi menduga kecelakaan maut dengan empat korban jiwa itu diakibatkan sopir mobil dalam kondisi mabuk minuman keras.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Diduga sopirnya mabuk karena ditemukan ada beberapa botol minuman keras di dalam mobil,” kata Kapolres Kupang, AKBP F.X. Irwan Arianto, di Kupang, Kamis siang.

Sejumlah botol minuman keras itu, kata dia, ditemukan saat aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) di Jalan Timor Raya Km 18 Desa Noelbaki.

Baca Juga: Nenek-Nenek Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Sukabumi

Mobil dalam kondisi rusak berat di mana di bagian depan ringsek hingga ke tempat duduk penumpang.

Irwan mengatakan dugaan minuman keras sebagai pemicu kecelakaan karena dari hasil pemeriksaan di jalan raya tidak ditemukan adanya bekas pengereman secara mendadak.

Selain itu dari keterangan dua korban kecelakaan yang berhasil selamat dalam kecelakaan maut itu juga mengaku pengemudi memang dalam keadaan mabuk berat.

Baca Juga: Terkuak, Sopir Minibus Kecelakaan Maut Tol Semarang-Solo Konsumsi Obat-obatan

Identitas para korban meninggal yakni Nigher Oktovianus Tulimau, 20, Mozes Manafe, Nigher Thenri Noni Finit, 27, dan De Sinyo Marsdani Pae, 20.

“Mereka ada enam orang, empat orang meninggal dunia, dan dua lagi luka-luka yakni Rizaldi Adu dan Victor Finit. Keduanya dilarikan ke RSUD S.K Lerik Kota Kupang untuk dirawat,” ujarnya.

Berdasarkan kronologi kejadian pada Kamis (6/10/2022) pukul 03.00 WITA sebuah kendaraan yang membawa lima penumpang dan satu pengemudi dilaporkan menabrak pagar tembok di kilometer 18 jalan Timor Raya Kupang.

Baca Juga: Terungkap! Sekeluarga Tewas Dicor di Lampung karena Sengketa Warisan

Kendaraan itu keluar dari jalur karena pengemudi kehilangan kendali sehingga menabrak pagar rumah milik warga sekitar.

“Padahal kondisi jalan sepi dan agak menikung ke kiri. Bisa dibilang sopirnya sudah tak bisa mengendalikan kendaraan-nya,” ujar dia.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Punya Peran Penting, Kesejahteraan Guru Honorer Perlu Lebih Diperhatikan

      Ketika peserta didik menggemari aktivitas di medsos, guru tidak boleh jaim untuk melakukan aktivitas yang sama dengan mereka.

      Jadi Tersangka, Gazalba Saleh Hakim Penyunat Hukuman Eks Menteri Edhy Prabowo

      Gazalba diduga menerima sejumlah uang lantaran memutus perkara di tingkat peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung.

      Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin: Jaksa Penerima Suap Langsung Dipidana!

      Beberapa hari sebelumnya, seorang jaksa di Semarang, Jawa Tengah dituding memeras seorang pengusaha.

      Datangi Pengungsi, Rizky Billar dan Lesty Kejora Doakan Korban Gempa Cianjur

      Kedatangan Rizky Billar dan istrinya itu diunggah di salah satu akun Instagram resmi Pemkab Cianjur, @diskominfocianjur.

      5 Pengungsi Korban Gempa Cianjur Alami Gangguan Jiwa

      Kelima pengungsi yang mengalami gangguan jiwa tersebut dalam penanganan serius tim dari Kementerian Kesehatan.

      Cerita Ndan Bhabin Soal Kesederhanaan Ayahnya yang Polisi Berpangkat Rendah

      Menurut Ndan Bhabin, ayahnya seorang polisi berpangkat rendah yang menjaga moralitas.

      Pak Ndan Bhabin Hadir di Podcast Deddy Corbuzier, Warganet Banjiri Pujian

      Ribuan komentar positif membanjiri kanal Youtube Deddy Corbuzier dengan 19,7 juta pengikut tersebut.

      Pemerintah Terbitkan SE Kepala Daerah agar Bantu Korban Gempa Cianjur

      Pemberian bantuan untuk korban bencana Cianjur itu menyesuaikan keuangan daerah masing-masing.

      Gempa Cianjur Melemah, Korban Meninggal Tercatat 327 Jiwa

      Berdasarkan data terbaru korban meninggal akibat gempa Cianjur mencapai 327 jiwa.

      Innalillahi, Bocah Kakak Beradik di Pamekasan Tenggelam di Sungai

      Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan berhasil mengevakuasi jasad kakak beradik tersebut sekitar pukul 11.00 WIB.

      Ferdy Sambo Menyesal Banyak Polisi Jadi Korban Kebohongannya

      Ferdy Sambo meminta maaf karena sudah memberikan keterangan yang tidak benar pada awal penyidikan dan pada sidang kode etik.

      Satu Lagi Korban Helikopter Jatuh Ditemukan, Copilot Briptu M Lasminto

      Karopenmas Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadan mengatakan satu orang jenazah yang ditemukan, Selasa (29/11/2022), adalah Briptu M. Lasminto yang merupakan copilot helikopter P-1103.

      Sambo Vs Kabareskrim, Ismail Bolong Menghilang Bak Ditelan Bumi

      Ismail Bolong seharusnya diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus setoran uang tambang ilegal di Kalimantan Timur.

      Veronica, Istri Yudo Margono Ternyata Seorang Perwira Polri Berpangkat AKBP

      Berdasarkan informasi, Vero Yudo Margono saat ini berdinas di Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri.

      Ferdy Sambo: Kabareskrim Sudah Diperiksa dan Dilaporkan Terlibat Tambang Ilegal

      Sambo menegaskan tim Propam Polri sudah memeriksa Agus Andrianto terkait pengakuan setoran uang Rp6 miliar dari mantan anggota Polri, Ismail Bolong.

      Gibran Cuit Tambang Ilegal Ngeri, Menteri ESDM Langsung Kirim Tim ke Klaten

      Melky Nahar membenarkan cuitan Gibran terkait dengan dugaan adanya individu atau kelompok yang memiliki kekuasaan untuk membekingi kegiatan tambang ilegal di sejumlah daerah.