Sopir Bus Kecelakaan Maut di Tol Surabaya Ditetapkan Jadi Tersangka

Sopir bus PO Ardiansyah yang mengalami kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto ditetapkan sebagai tersangka.

Newswire - Solopos.com
Kamis, 19 Mei 2022 - 17:35 WIB

SOLOPOS.COM - Polisi memeriksa kondisi bus yang mengalami kecelakaan di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya - Mojokerto, Senin (15/6/2022). (Antara/HO Sat PJR Polda Jatim)

Solopos.com, SURABAYA — Sopir bus PO Ardiansyah, Ade Firmansyah, ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto, Senin (16/5/2022) lalu. Dalam kecelakaan itu, belasan penumpang bus meninggal dunia.

“Dari hasil gelar [perkara] sudah ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka. Ancaman hukumannya nanti lebih dari lima tahun,” kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jatim AKBP Didit Bambang Wibowo di Mapolda setempat, Kamis (19/5/2022).

Tersangka Ade Firmansyah dijerat dengan Pasal 310 Ayat (4) dan 311 Ayat (5) Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

AKBP Didit menjelaskan terdapat unsur kesengajaan oleh awak bus yang menimbulkan kelalaian sehingga terjadi kecelakaan di Tol Sumo.

Baca Juga: Sopir Bus Kecelakaan di Tol Surabaya Positif Konsumsi Narkoba

“Di mana letak unsur kesengajaannya, ya, letak unsur kesengajaannya peralihan antara driver utama dengan rekannya ini bertepatan di Rest Area Saradan, Madiun. Jadi, rekannya ini tahu pada saat proses kejadian tersebut,” katanya.

Dia juga menegaskan bahwa hasil tes urine dan darah tersangka sopir bus PO Ardiansyah positif mengandung unsur narkotika. Namun, masih didalami jenis narkotika yang dikonsumsi tersangka.

“Tidak menutup kemungkinan tersangka juga akan dijerat dengan pasal penyalahgunaan narkotika. Tidak menutup kemungkinan akan dikenakan pasal berlapis,” ujarnya.

Baca Juga: Ngeri, Kondisi Bodi Bus Kecelakaan Maut di Tol Surabaya Rusak 80%

Beberapa hari sebelumnya, sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan di KM 712+400 jalur A Tol  Surabaya-Mojokerto (Sumo), Jawa Timur, pada Senin, 16 Mei 2022.

Akibatnya, 15 orang dinyatakan meninggal dunia dan 18 orang lainnya menderita luka berat. Semua korban adalah warga Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif