Tutup Iklan
Manchester United (Reuters-Rebecca Naden)

Solopos.com, MANCHESTER — Sean Dyche langsung merasakan firasat buruk saat Martin Atkinson mengangakat papan penunjuk tambahan waktu di laga Burnley melawan Manchester United (MU) di Old Trafford, Rabu (30/1/2019) dini hari WIB. Papan yang diangkat ofisial keempat itu menunjukkan angka lima yang berarti lima menit tambahan waktu.

Pelatih Burnley itu tahu MU punya sejarah panjang dengan waktu injury time hingga lima menit di Old Trafford. Ya, Fergie time. Di era Sir Alex Ferguson, United memang kerap menyelamatkan poin-poin penting atau mengunci kemenangan di pengujung permainan. Kemampuan ini kembali ditunjukkan saat Victor Lindelof mencetak gol di menit ke-92. Gol via bola muntah itu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

“Ketika lima menit muncul di periode ini, semua orang jadi merasa yakin. Kami tahu sejarahnya, Fergie time, Anda bisa merasakan kerumunan suporter bangkit,” kata Dyche seperti dikutip Telegraph, Rabu.

Setan Merah memang sempat dibuat ketar-ketir setelah tertinggal dua gol melalui Ashley Barnes dan Chris Wood saat laga tinggal menyisakan sembilan menit waktu normal. Namun gelombang serangan di menit-menit terakhir akhirnya berbuah ketika Jesse Lingard dijatuhkan Jeff Hendrick di kotak terlarang.

Paul Pogba yang menjadi algojo sukses menipiskan ketertinggalan menjadi 1-2 di menit ke-87. Gol Lindelof di injury time semakin menambah penderitaan tim tamu karena mereka baru saja kehilangan tiga poin penting.

Bagi MU, dua gol itu juga tak cukup untuk meneruskan rentetan delapan kemenangan beruntun di era Ole Gunnar Solskjaer. Hasil tersebut juga membuat MU tertahan di peringkat keenam dengan 45 poin. Meski terhindar dari kekalahan, Pogba mengaku tak puas dengan performa timnya.

Gelandang Timnas Prancis ini menilai tim terlalu bermain santai bahkan saat tertinggal. “Kami bermain seakan sedang unggul 1-0 atau 2-0, itu yang salah,” ujar Pogba dilansir Mirror.

Sementara itu, Solskjaer justru tak kecewa dan memilih memuji anak asuhnya yang mampu mengejar ketertinggalan di menit-menit terakhir. Dia menyebut ada kepuasan tersendiri melihat bagaimana para pemain merespons situasi sulit. “Tentu saja saya senang dengan satu poin, tapi kami sebenarnya bisa mendapatkan tiga poin. Kami kehabisan waktu karena telat panas. Namun ini proses pembelajaran,” ujarnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten