Kategori: Solo

Soloraya Zona Oranye Covid-19, Satgas: Ini Bukan Zona Nyaman


Solopos.com/Chelin Indra Sushmita

Solopos.com, SOLO –  Tujuh wilayah di Soloraya masuk kategori zona oranye Covid-19. Hal ini diketahui berdasarkan peta zonasi risiko terbaru per 6 Desember 2020 yang diunggah di laman Covid.19.go.id

Dalam peta tersebut, wilayah Soloraya yakni Solo, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Boyolali, Wonogiri, masuk daftar zona oranye Covid-19.

Habib Rizieq dan 5 Orang Ini Jadi Tersangka Kasus Kerumunan di Petamburan

Satgas Penangaanan Covid-19 meminta masyarakat mencermati perkembangan peta zonasi risiko secara berkala. Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan peta zonasi risiko tidak mengalami peningkatan signifikan selama berbulan-bulan.

"Sudah berbulan-bulan, peta ini tidak berubah warna, selalu didominasi oleh zona oranye atau risiko sedang. Saya tekankan sekali lagi, zona risiko sedang, bukan zona nyaman," tegasnya saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Selasa (8/12/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

DPC PDIP Sukoharjo Klaim Real Count EA Menang Pilkada Sukoharjo 2020 Bukan Manipulasi

Berdasarkan peta zonasi risiko per 6 Desember 2020, jumlah daerah zona merah di Indonesia ada di 47 kabupaten/kota. Sementara wilayah zona oranye sebanyak 371 kabupaten/kota termasuk Soloraya. Sementara zona hijau hanya ada di g kabupaten/kota.

Melihat banyaknya daerah yang masuk zona oranye, Wiku mengingatkan agar masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Saya mengingatkan pada pimpinan daerah, bahwa zona risiko sedang bukanlah zona nyaman. Tidak menutup kemungkinan, daerah zona risiko sedang dapat berpindah ke zona risiko tinggi apabila pemerintah daerah maupun masyarakatnya lengah," sambung dia.

Weladalah... Ada Surat Suara Pilih Gisel di TPS Bagyo Wahyono

Wiku menambahkan, sebanyak 72 kabupaten/kota di Indonesia konsisten berada di zona oranye selama tiga bulan berturut-turut.

"Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Zona risiko sedang bukanlah zona aman. Apabila penanganan Covid-19 di kabupaten/kota tersebut juga tidak berjalan baik, maka terbuka kemungkinan daerah-daerah ini berpindah ke zona merah atau risiko tinggi. Ini harus dihindari," tegasnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita