Tutup Iklan
Solopos Hari Ini: Waspada Klaster Perkantoran

Solopos.com, SOLO — Perkembangan Covid-19 di Soloraya dan nasional menjadi berita utama dalam Harian Umum Solopos Edisi 30 Juli 2020. Klaster penularan di tempat kerja atau perkantoran kini menjadi ancaman baru.

Tak hanya di Jakarta yang menyumbang ratusan kasus, klaster tempat kerja juga muncul di berbagai daerah termasuk Soloraya. Tempat kerja tersebut mulai dari rumah sakit hingga kantor pemerintahan.

Di Wonogiri, rumah sakit menjadi klaster dengan jumlah kasus tertinggi dan meluas. Terbaru, lima tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (29/7/2020). Klaster nakes di RSUD Wonogiri bersumber dari klaster Sempon atau klaster Pondok Pesantren (Ponpes) Sempon, Jatisrono, Wonogiri.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Positif Covid-19 Tanpa Gejala Lebih Cepat Sembuh? Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Solo Resmi Zona Merah

Solopos 30 Juli juga memuat informasi mengenai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo yang mencatatkan tujuh tambahan kasus pada Rabu (29/7/2020). Lonjakan kasus selama dua pekan terakhir pada 12-26 Juli membuat Solo resmi bergelar zona merah atau risiko tinggi.

Tambahan kasus tersebut juga membuat kumulatif kasus Covid-19 di Kota Bengawan mencapai 257 orang atau tertinggi se-Soloraya.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Ilmuwan Akhirnya Diizinkan Eksperimen Nuklir Sebagai Sumber Energi

Saat Ka’bah Tak Bisa Disentuh

Kabar istimewa dari pelaksanaan ibadah haji tahun ini menjadi informasi yang tak kalah menarik di Solopos 30 Juli. Ibadah haji 1441 H diwarnai pembatasan dan larangan tak biasa.

Sekitar 1.000 jemaah berkumpul di Lembah Mina, di luar Makkah, Arab Saudi, untuk memulai perjalanan spiritual mereka, Rabu (29/7/2020). Hari Tarwiyah menandai awal dimulainya proses ibadah haji.

Di antara 1.000-an orang itu, ada beberapa warga negara Indonesia (WNI). Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah melaporkan lima WNI tiba di Jeddah untuk mengikuti Haji 1441 H. Mereka merupakan ekspatriat di Arab Saudi yang mendapatkan kuota khusus di tengah masa pandemi Covid-19.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Toyota Pastikan Corolla Cross Masuk Indonesia

Investasi Emas Batangan Makin Laris

Sementara itu, di halaman Soloraya, Solopos 30 Juli memuat informasi mengenai tren investasi emas di Soloraya yang kian melejit seiring meroketnya harga emas batangan.

Logam mulia ini laris manis diincar pembeli. Begitu pula dengan produk emas lainnya melalui PT Pegadaian atau pun non-Pegadaian. Hal ini tak terlepas dari minat nasabah atau investor yang memilih emas sebagai produk investasi yang lebih aman.

Temukan Bayi Kelelawar di Panci Sup, Satu Keluarga Tes Covid-19

Kepala Cabang Pegadaian Cokronegaran Solo, Tri Bambang Sulistyo, menyatakan produk emas semakin diminati masyarakat. Menurut dia, harga emas yang kian melejit membuat masyarakat semakin sadar investasi emas.

“Modelnya ada tiga, pertama, masyarakat yang punya uang tunai lebih mereka cenderung membeli emas secara kontan atau tunai. Kedua, masyarakat yang belum cukup uang tunainya mereka memilih tabungan emas, dan ketiga, masyarakat yang sudah punya emas, tapi khawatir kalau dijual tidak bisa membeli lagi, mereka cenderung gadai,” ujar dia. Rabu (29/7/2020).

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho