Solopos Hari Ini: Waspada Akhir November
Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (30/10/2020) mengulas tentang waspada akhir November.

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (30/10/2020) mengulas tentang waspada akhir November.

Jutaan orang meninggalkan DKI Jakarta pada awal libur panjang, Rabu (28/10/2020), di antaranya menuju Soloraya. Kasus Covid-19 pun berpotensi meningkat hingga 85% seusai libur panjang.

Menlu AS Ingatkan Ancaman Partai Komunis China Ke Ormas Islam Indonesia

Dalam catatan Espos pada Selasa-Kamis (27-29/10/2020), sedikitnya 1.347.716 orang meninggalkan Jakarta menuju beberapa daerah, khususnya arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mereka menggunakan berbagai moda transportasi, mulai pesawat, bus, kereta api, dan yang paling banyak menggunakan kendaraan pribadi.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Pasien Covid-19 Kabur, Jaga Tangga Siaga

Hingga Rabu (28/10/2020) siang, pasien Covid-19 asal Kecamatan Jebres yang kabur dari RSUD dr. Moewardi (RSDM) Solo belum juga ditemukan. Perangkat RT/RW di lingkungan domisili pasien itu masih bersiaga jika sewaktu-waktu dia pulang. Pria 41 tahun itu diketahui tidak pulang ke rumah sesaat setelah melarikan diri dari ruang isolasi.

Tayang Di Youtube Sabtu Sore, Kodim Solo Gandeng Anak Muda Gelar Creavest 2020

Camat Jebres, Sulistiarini, menyampaikan setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan RT/RW domisili pada Selasa (27/10/2020) siang.

"Mereka kemudian mengecek ke rumah dan hanya mendapati hanya istri dan dua anaknya yang berada di rumah. Pasien ini tidak pulang ke rumah. Istrinya yang ternyata baru pulang dari tempat kerja berusaha menghubungi ponselnya, tapi tidak ada respons. Kami minta istrinya juga mengontak keluarga dan kerabat yang mungkin didatangi pasien, untuk segera melapor," jelasnya, dihubungi Espos, Rabu (28/10/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Cawali Bagyo Menunggak Tagihan PDAM Rp25 Juta

Calon Walikota Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono dikabarkan menunggak tagihan PDAM hingga Rp25 juta. Nilai itu didapat dari dua nomor pelanggan atas nama Bagyo sendiri dan istrinya. Tunggakan merupakan akumulasi penggunaan selama berbulan-bulan, ditambah denda dan sanksi.

Kepala Seksi Penertiban Perumda Toya Wening, Bayu Tunggul Pamilih, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan surat tagihan itu kepada yang bersangkutan. “Saat tagihan menunggak selama tiga bulan itu, kami sudah berkirim surat agar segera dibayar dengan ancaman ditutup sementara. Kemudian saat bulan ke-4, kami kirim surat lagi setiap saat sewaktu-waktu bisa ditutup total,” kata dia, kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Bayu mengatakan saat tagihannya besar, Perumda sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sudah memiliki nota kesepahaman dengan Kejaksaan sebagai pengacara negara. Tagihan di atas Rp10 juta bisa ditagih melalui mekanisme Kejaksaan. Hingga saat ini sudah ada 88 pelanggan dengan tunggakan di atas Rp10 juta yang dipanggil kejaksaan.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Solopos Masuk 10 Besar Media Terbaik

Harian Umum Solopos menempati masuk sepuluh besar media massa terbaik dalam penggunaan bahasa Indonesia 2020.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan secara virtual dan disiarkan melalui kanal Youtube Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rabu (28/10/2020).

Solopos menempati peringkat ke-8 dalam kategori media massa yang menggunakan bahasa Indonesia di media cetak. Posisi pertama hingga kesepuluh berturut turut adalah Bisnis Indonesia, Republika, Pikiran Rakyat, Jawa Pos, Tribun Jabar, Superball, Suara Merdeka, Solopos, Kontan, dan Lampung Post.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom