Harian Umum Solopos edisi Rabu (6/11/2019).

Solopos.com, SOLO — Warga meminta ketegasan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam menangani pengelolaan limbah udara yang berasal dari PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter. Hingga sekarang, masih muncul bau busuk yang mengganggu masyarakat.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Gupit ke depan Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sukoharjo pada Jumat (25/10/2019) malam. Mereka tak kuat menghirup bau busuk yang berasal dari pabrik produsen serat rayon itu.

Kabar mengenai pencemaran lingkungan di Sukoharjo itu menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (6/11/2019). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, di Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar mengenai perbaikan pipa di lereng Gunung Merbabu. Perbaikan pipa itu mengandung risiko besar.

Lokasi di Tepi Jurang, Salah Injak Tanah Bisa Fatal

Lebih dari satu bulan kebakaran di lereng timur Merbabu di Desa Ngagrong, Kecamatan Gladagsari padam. Meski begitu belum ada napas lega bagi sukarelawan di Posko Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) di Dukuh Wonolelo, Desa Ngagrong.

Puluhan sukarelawan masih harus menyingsingkan lengan baju naik-turun lereng Merbabu untuk memasang sambungan pipa yang sempat terbakar. Pipa itu mengalirkan air dari Tuk Sipendok yang berada di lereng atas Gunung Merbabu ke rumah-rumah warga di Dukuh Guwolelo, Ngagrong.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Di halaman Soloraya, ada kabar mengenai pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Sragen terhadap limbang dari 17 perusahaan besar. Ada pula kabar tentang nasib karyawan di salah satu perusahaan di Sukoharjo yang gajinya telat dibayarkan.

DLH Pantau Limbah 17 Industri

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen memantau kandungan limbah dari 17 perusahaan besar di wilayah kabupaten tersebut. Pemantauan limbah 17 perusahaan besar itu dilakukan dalam beberapa hari terakhir.

Pada Selasa (5/11/2019), tim DLH Sragen memantau kadar limbah yang dihasilkan beberapa perusahaan besar di wilayah Dusun Bulu, Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Buruh Pertanyakan Pembayaran Gaji yang Telat

Sejumlah anggota serikat pekerja PT Tyfountex Indonesia di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo mempertanyakan keterlambatan pembayaran gaji pada Oktober. Aspirasi itu langsung ditindaklanjuti manajemen perusahaan itu dengan komitmen membayar gaji karyawan bulan Oktober pada bulan ini.

Informasi yang dihimpun Espos, Selasa (5/11/2019), sejumlah anggota serikat pekerja berkumpul di dalam pabrik tekstil itu sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten