Solopos Hari Ini: Vaksinasi Terhambat
Koran Solopos edisi Jumat (19/2/2021).

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (19/2/2021) mengupas tentang vaksinasi terhambat sebagai headline.

Program vaksinasi Covid-19 masih terhambat karena penolakan sebagian masyarakat. Saat masalah itu terselesaikan, rencana vaksinasi mandiri yang dilabeli vaksinasi gotong royong justru kian kencang terdengar.

Di Sragen, banyak pedagang di pasar tradisional yang enggan ikut vaksinasi karena berbagai alasan. Banyak pedagang yang enggan ikut vaksinasi dengan alasan takut, sudah terdata di lingkungan rukun tetangga (RT), dan alasan lainnya.

Dari 15 pasar tradisional yang didata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen hanya mendapatkan data 1.715 pedagang yang siap ikut vaksinasi mulai Senin (22/2/2021) besok. Padahal jumlah pedagang di 15 pasar tradisional itu bisa mencapai lebih dari 5.000 orang.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.

Angin Segar Sepak Bola Indonesia

JAKARTA—Kerinduan publik terhadap pertandingan sepak bola Nasional bakal segera terobati. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi memberikan izin turnamen pramusim Piala Menpora 2021 yang akan digelar 20 Maret-25 April 2021. Turnamen tersebut menjadi ajang sepak bola perdana setelah kompetisi Nasional vakum sejak Maret 2020 karena pandemi Covid-19.

Keberhasilan penyelenggaraan Piala Menpora bakal menjadi tolok ukur Polri untuk memberi izin Liga 1 2021 yang akan dihelat setelah Lebaran. Kepastian izin turnamen pramusim diketahui setelah Kapolri bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Kapolri mengingatkan turnamen pramusim benar-benar menerapkan protokol kesehatan ketat agar ajang itu tak menjadi klaster penyebaran Covid-19. “Kami sepakat memberikan kesempatan izin terkait penyelenggaraan turnamen pramusim, tentu dengan catatan bahwa penegakan aturan terkait protokol kesehatan menjadi syarat utama,” ujar Listyo dilansir Detik.com, Kamis.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.

PPDB 2021, Pilihan Sekolah Negeri Jadi 3 SMP

SOLO—Dinas Pendidikan (Disdik) Solo berencana mengurangi jumlah pilihan sekolah negeri bagi calon siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP 2021. Jika sebelumnya calon siswa memiliki lima pilihan sekolah, kini pilihannya hanya tiga sekolah.

Rencana tersebut dilakukan untuk mengakomodasi pihak sekolah swasta agar mendapat kesempatan memadai dalam perolehan peserta didik.

Sekretaris Disdik Solo, Dwi Ariyatno menjelaskan pada PPDB SMP Solo 2020, siswa memiliki kesempatan untuk memilih lima sekolah negeri, khususnya melalui jalur zonasi maupun afirmasi (penyandang disabilitas dan keluarga miskin).

Bahkan jika mereka tidak tertampung di kelima sekolah pilihan tersebut, Dinas masih bisa memberikan rekomendasi masuk sekolah lainnya yang masih tersedia kuota. Dengan kata lain, kata Dwi, Disdik Solo ingin memberikan jaminan pendidikan bagi warganya, khususnya di sekolah negeri.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.



Berita Terkini Lainnya








Kolom