Solopos Hari Ini: UMK Terancam Tak Naik
Koran Solopos Hari Ini edisi Sabtu (26/9/2020) mengupas tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) terancam tak naik. (Tim Solopos)

Solopos.com,SOLO–Koran Solopos Hari Ini edisi Sabtu (26/9/2020) mengupas tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang terancam tak naik.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah atau Jateng meminta pemerintah untuk tidak menaikan upah minimum kabupaten/kota atau UMK 2021.
Kondisi ekonomi yang lesu dan laju pertumbuhan ekonomi yang merosot menjadi alasan Apindo Jateng tak ingin upah minimum mengalami kenaikan.

“Untuk tahun 2021 para pengusaha di Jateng sepertinya masih mengalami kondisi usaha yang berat sekali. Membayar upah saja ada yang mulai kewalahan, apalagi untuk memberikan kenaikan. Saya yakin semua pekerja memahami kondisi ini,” ujar Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi, kepada Solopos.com, Kamis (24/9/2020).

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.

Gelagar Flyover Purwosari Dipasang

Pelaksana proyek pembangunan flyover Purwosari bakal mulai mengerjakan pemasangan gelagar di atas rel kereta api mulai Sabtu (26/9/2020) pagi. Dua gelagar bakal dikerjakan mulai akhir pekan ini hingga dua pekan ke depan. Total gelagar yang akan dipasang di perlintasan sebidang Purwosari itu berjumlah 6 bagian. Setiap dua bagian dikerjakan selama dua pekan, sehingga ditargetkan pada pekan terakhir Oktober, pengerjaannya rampung.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Jawa Tengah, Alik Mustakim, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengenai window time (jeda perjalanan kereta), agar tidak mengganggu perjalanan kereta. Pihaknya memperbarui perkembangan penyambungan jembatan tersebut kepada PT KAI.

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.

Wahai Kaum Pria, Ini Alasan Perempuan Keras Kepala Bisa Jadi Calon Istri Yang Baik

SMAN 2 Solo Dipindah Bertahap

SMAN 2 Solo di Margoyudan, Banjarsari akan dipindah ke Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghibahkan sebagian lahan hak pakai (HP) 16 di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Pemprov akan menggunakannya untuk membangun SMAN 2 baru.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wilayah VII Jawa Tengah (Jateng), Suyanta mengatakan salah satu pertimbangan pemindahan SMAN 2 adalah lokasinya yang saat ini berdekatan dengan SMAN 1 yang berada dalam satu wilayah kecamatan, Banjarsari.

Sedangkan di Pasar Kliwon hingga saat ini belum ada SMAN. Sehingga kaitannya dengan zonasi, keberadaan sekolah belum merata. “Nanti yang akan dipindah ke lokasi baru di Kecamatan Pasar Kliwon adalah SMAN 2. Karena saat ini SMAN 2 berada satu lokasi dengan SMAN 1 di wilayah Kecamatan Banjarsari. Perlu saya tegaskan lagi bahwa yang akan dibangun di Pasar Kliwon ini nanti SMAN 2 yang baru, bukan penambahan sekolah negeri baru,” ujarnya kepada Espos, Jumat (25/9/2020).

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.

Kembali Buka, Jatim Park 1 Dan Museum Tubuh Tawarkan Keseruan Bermain Dan Bertualang

6 Kasus Baru, Satu Orang Meninggal karena Covid-19 di Solo

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo mencatat tambahan 6 kasus baru pada Jumat (25/9/2020). Kendati begitu, angka kesembuhan terus meningkat. Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan sebanyak 8 warga yang positif Covid-19 akhirnya dinyatakan negatif pada Jumat ini.

Sedangkan tambahan 6 kasus baru, perinciannya, masing-masing seorang dari Kelurahan Banjarsari, Pajang, Kedunglumbu, Gilingan, Banyuanyar, dan Pasar Kliwon. Sebanyak 5 dari 6 kasus baru itu disumbang oleh lansia yang berumur di atas 50 tahun.

“Enam orang tersebut penjabarannya, disumbang dari 6 pasien suspek yang naik kelas dan seorang hasil tracing. Suspek naik kelas dan lansia, semoga tidak bawa ekor,” kata dia, saat dihubungi Espos, Jumat malam.

Selain terdapat penambahan kasus positif Covid-19, Satgas juga mencatat tambahan warga yang meninggal dunia. Seorang perempuan umur 65 tahun asal Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari. Dengan dinamika tersebut, jumlah kasus Covid-19 di Kota Bengawan menyentuh 634 orang. Perinciannya, 36 dirawat inap, 82 isolasi mandiri, 489 pulang/sembuh, dan 27 meninggal dunia.

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom