Solopos Hari Ini: Tunggakan Klaim BPJS Bikin Kelimpungan
Solopos 22 Januari 2019

Solopos.com, SOLO – Sejumlah rumah sakit (RS) di Soloraya harus menerapkan efisiensi hingga mencari dana talangan untuk operasional karena adanya tunggakan klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Seluruh Indonesia (ARSSI) Kota Solo mengakui tunggakan klaim dari BPJS Kesehatan kepada RS berpengaruh terhadap arus kas. Kendati begitu, RS sepakat untuk tidak menolak maupun mengurangi standar pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.

Berita efisiensi BPJS menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi Selasa (22/1/2019). Selain kabar tersebut ada juga beberapa kabar lainnya seperti berikut:

SEPAK BOLA NASIONAL: Terbuka atau Publik Tetap Tak Percaya

Keterbukaan atau transparansi menjadi kunci awal bagi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di tengah berbagai permasalahan sepak bola nasional.

Keterbukaan diperlukan agar publik percaya dengan upaya pembenahan yang dilakukan PSSI. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/1).

SUPORTER BOLA MENINGGAL: Polisi Duga Pelaku Bukan Pendukung Persis & PSS

Aparat Polda DIY tengah memprofil pelaku pelemparan batu beton yang menyebabkan suporter PSS Sleman, Muhammad Asadulloh Alkhoiri, 19, warga Dukuh Sribit, Pandeyan, Jatinom, Klaten, meninggal. Polisi menduga pelaku bukan berasal dari pendukung PSS Sleman atau Persis Solo.

Baca selengkapnya: Epaper Solopos

Panitia Solo Great Sale (SGS) 2019 akan sangat mendorong transaksi nontunai selama penyelenggaraan bulan belanja di Kota Solo itu Februari mendatang.

Keuntungannya adalah masyarakat yang bertransaksi nontunai akan mendapatkan poin dobel. Mereka yang mengumpulkan poin terbanyak berpeluang besar mendapatkan undian dengan hadiah utama berupa satu unit rumah.

Kabar dari SGS 2019 menjadi berita utama di halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi Selasa (22/1/2019). Selain berita tersebut ada juga beberapa kabar lainnya sebagai berikut:

FENOMENA CUACA: Hujan Angin Robohkan Pagar De Tjolomadoe

Belum genap 10 hari kawasan Colomadu diamuk angin kencang disertai hujan lebat, bencana serupa menghantam kawasan ujung barat Karanganyar ini. Pada Senin (21/1) angin kencang disertai hujan deras kembali mengguyur sejumlah desa di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, dan memicu kerusakan serta gangguan.

DILEMA GURU WB: Niat Berhenti Mengajar Batal demi Masa Depan Siswa

Azan Zuhur berkumandang saat siswa Kelas II SDN 15 Sragen pulang ke rumah masing-masing. Tak lagi mengampu kelas, Setyo Sunarto, 37, kembali ke ruang guru. Setyo merupakan satu dari lima guru wiyata bakti (WB) di SDN 15 Sragen. Sudah 12 tahun lamanya, Setyo mengabdi dengan honor paspasan. Sebagai guru kelas, Setyo mendapat honor Rp500.000/bulan.

Baca selengkapnya: Epaper Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom