Solopos Hari Ini: Tes Masih Bermasalah
Koran Solopos edisi Selasa (23/2/2021).

Solopos.com, SOLO-- Koran Solopos Hari Ini edisi Selasa (23/2/2021) mengulas tentang dua pekan PPKM, tes masih bermasalah.

Pemerintah mencatat penurunan kasus harian Covid-19 di Indonesia selama dua pekan atau selama periode pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Tetapi masalah klasik, yakni lemahnya penelurusa kontak (tracing) dan tes belum teratasi.

Di Sragen, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan status Sragen berada pada zona oranye dan mendekati zona kuning setelah dua pekan melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Selama sepekan terakhir ada tren penurunan kasus baru dengan rata-rata di angka 17 kasus baru per hari.

Bupati menggelar rapat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di aula Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Senin (22/2/2021). Rapat tersebut digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan PPKM Mikro dan mengambil langkah kebijakan berikutnya. Yuni, sapaan Bupati, menyatakan PPKM Mikro kemungkinan besar akan diperpanjang dua pekan ke depan sampai 8 Maret 2021.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos. 

Cita-Cita Mengubah Dunia dari Desa

Mengubah dunia melalui desa pada 2030 apakah mungkin? Indonesia sedang ihtiar mewujudkannya melalui program tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) desa.

Program yang digagas Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, mulai disinkronisasi dengan program desa dengan menetapkan prioritas penggunaan dana desa 2021 melalui Peraturan Menteri Desa PDTT No. 13/2020.

Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Wonogiri, Satya Graha, Senin (22/2/2021), menjelaskan SDGs desa merupakan cara untuk mewujudkan SDGs nasional yang dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 59/2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Cita-cita itu bagian dari rencana global untuk mengubah wajah dunia atau transforming our world pada 2030 melalui SDGs global.

“Mudahnya, SDGs ini kerja merumuskan tujuan bersama untuk mempercepat proses perubahan dunia yang sudah ditarget pada 2030. Dalam konteks SDGs desa, desa diyakini dapat berkontribusi mewujudkan. Bahkan, jika SDGs desa ini jalan diyakini dapat memberi sumbangsih 74 persen dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan nasional,” kata Satya saat ditemui di Sekretariat P3MD kawasan kota Wonogiri.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.

2.228 Pedagang di Solo akan Divaksin

SOLO—Sebanyak 2.228 pedagang pasar di Kota Solo menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 tahap ke-2 pada akhir bulan ini. Dua ribuan pedagang itu terdiri dari 1.661 pedagang di Pasar Klewer dan 567 pedagang di Pasar Gede. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi mengatakan kedua pasar tersebut dianggap memiliki pedagang dan pengunjung paling besar dibandingkan pasar-pasar lain di Solo. Namun, pihaknya tetap mendata seluruh pedagang di 44 pasar tradisional lain.

“Kami mendata seluruhnya, namun Pasar Gede dan Pasar Klewer didahulukan. Apakah nanti pedagang di pasar lain menyusul? Kami belum tahu, yang jelas tugas kami mendata seluruh pedagangnya,” kata dia, dihubungi Espos, Senin (22/2/2022) pagi. Heru mengatakan 44 pasar tradisional itu sedikitnya memiliki 16.000an pedagang berdasarkan jumlah kios dan los terdaftar. Kendati begitu, tak sedikit seorang pedagang memiliki lebih dari satu kios dan los. Jumlah itu, belum termasuk karyawan mereka.

Lurah mendatangi kios maupun los pedagang untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Pedagang bisa mendaftarkan karyawannya yang lebih banyak beraktivitas di pasar itu. Dari 44 pasar, tersisa 6 pasar yang sampai saat ini belum mengumpulkan data. Pihaknya sudah menginstruksikan lurah untuk lebih detail dan teliti dalam pendataan agar vaksin tepat sasaran.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.



Berita Terkini Lainnya








Kolom