Harian Umum Solopos edisi Selasa (13/8/2019).

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berencana menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa SMA dan SMK negeri di wilayahnya mulai 2020. Rencana tersebut sudah disampaikan ke DPRD Jateng untuk mendapat persetujuan.

Jika disetujui, rencana itu akan dilaksanakan pada Januari 2020. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, mengakui rencana menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa SMA dan SMK negeri di Jateng.

Kabar mengenai rencana penggratisan biaya pendidikan untuk SMA dan SMK di Jateng itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini. Berita tersebut bisa dibaca secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar mengenai jatah menteri di kabinet Jokowi. Sang presiden sudah mulai membagi kursi menteri jatah partai.

Jokowi Mulai Bagi Kursi Menteri Jatah Partai

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai menghubungi partai-partai pendukung terkait jatah kursi menteri. Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengakui partainya sudah diberi tahu oleh presiden terpilih soal jumlah menteri yang akan didapat.

Namun, Arsul merahasiakan jumlahnya. "PPP sudah, rahasia," kata Arsul kepada wartawan, Senin (12/8/2019).

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Di halaman Soloraya, ada kabar mengenai kebakaran hutan di Wonogiri. Ada pula kabar terbaru dari kasus dugaan penyelewengan dalam jabatan terhadap pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tirta Mandiri Ponggok.

Api Hanguskan Area 9 Gunung

Api yang membakar hutan di kawasan bukit di Ngemplak, Kepatihan, Selogiri, Wonogiri, yang terjadi sejak Sabtu (10/8/2019) pagi baru padam Minggu (11/8/2019) malam. Api menghanguskan area di sembilan gunung yang membentang melewati tiga kecamatan, yakni Bulu (Sukoharjo); serta Selogiri dan Manyaran (Wonogiri).

Pantauan Espos di kawasan lereng bukit di Ngemplak yang sebelumnya terbakar, Senin (12/8/2019), sudah tidak tampak kepulan asap. Di lereng itu terlihat lahan yang hitam bekas terbakar dengan cakupan luas, dari sisi barat hingga timur dengan bentang lebih kurang 1 km.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Kades Ponggok Tak Penuhi Panggilan Polisi

Kepala Desa (Kades) Ponggok, Junaedi Mulyono, tak memenuhi panggilan Satreskrim Polres Klaten, Senin (12/8/2019) siang. Sedianya, polisi ingin memintai keterangan Junaedi terkait dugaan penyelewengan dalam jabatan terhadap pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tirta Mandiri Ponggok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, Satreskrim sudah melayangkan surat pemanggilan kepada Junaedi agar hadir ke Mapolres Klaten, Senin (12/8/2019) pukul 13.00 WIB. Sebelum memanggil Kades Ponggok, Satreskrim sudah memintai keterangan tujuh saksi yang meliputi pelapor (Edhi Santoso Aribowo), ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK), direktur dan bendahara BUM Desa Tirta Mandiri, pihak ketiga, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, dan Inspektorat Klaten.

Simak secara lengkap: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten