Solopos Hari Ini: Soloraya Masih Merah
Koran Solopos edisi Kamis (10/12/2020)

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari ini mengulas tentang hasil Pilkada di Soloraya yang menunjukkan bahwa Soloraya Masih Merah.

para calon petahana atau pasangan calon (paslon) yang diusung oleh PDIP dan koalisinya masih unggul dalam pilkada serentak 2020 di Soloraya. Meski demikian, ada beberapa kejutan seperti eksistensi pemilih kolom kosong.

Di Solo, pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang diusung PDIP, Partai Golkar, Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PSI, dan PKB, itu unggul telak sesuai prediksi. Gibran-Teguh unggul jauh, baik dalam versi hitung cepat (quick count) maupun penghitungan sementara.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Partisipasi Pemilih di Solo Terendah

Pandemi Covid-19 dinilai sebagai faktor yang bisa mengurangi tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020, termasuk di Soloraya. Namun tingkat partisipasi pemilih di berbagai daerah rupanya cukup tinggi, kecuali di Kota Solo.

Kendati unggul di semua quick count atau hitung cepat dan penghitungan suara sementara, calon wali kota dari PDIP, Gibran DPT Rakabuming Raka menghadapi
kenyataan turunnnya partisipasi pemilih.

Sebelumnya dalam rapat pleno terbuka, Rabu (14/10/2020) lalu di Hotel Harris Solo, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Solo 2020 sebanyak 418.283 pemilih dengan rincian 202.933 laki-laki dan 215.350 perempuan.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Saksi dari Kudus Diminta Keluar TPS

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menggunakan hak suara pada Pilkada Solo 2020 di tempat pemungutan suara (TPS) 18 Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres di dekat kediaman pribadinya. Seusai mencoblos, Rudy tampak berdebat dengan saksi dari pasangan no.2, calon Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo).

Dia mempermasalahkan domisili mereka yang berasal dari luar kota. Saksi tersebut kemudian diminta bergeser dari lokasi tempat dia duduk, yakni di dalam area TPS ke luar area TPS.

“Ya, enggak peduli saya. Yang jelas ini jadi masalah di mana-mana kok. Warga enggak mau sama mereka karena dari luar kota. Kami sedang mencegah persebaran Covid-19, dan mereka bisa saja bawa virus itu. Saya dapat laporan dari warga dan kader, kalau saksi dari Bajo itu dibubarkan,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo itu.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

 

 

 

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom