SOLOPOS HARI INI : Soloraya Hari Ini: Proyek Pasar Klewer Molor, Kontraktor Kena Denda
Soloraya Hari Ini Sabtu (24/12/2016)

Halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini mengabarkan proyek pembangunan Pasar Klewer molor membuat kontraktor terkena denda.

Solopos.com, SOLO — Pelaksanaan proyek pembangunan Pasar Klewer dengan nilai kontrak kerja Rp81,8 miliar diputuskan diperpanjang hingga 30 Januari 2017 mendatang.

Sanksi penalti berupa denda keterlambatan 1/1.000/hari dari nilai kontrak atau senilai Rp81,8 juta/hari mulai berlakukan per 31 Desember kepada PT Adhi Karya selaku kontraktor.

Selain itu kontraktor wajib menyetorkan uang jaminan sebesar 5% dari nilai kontrak atau Rp4,09 miliar ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Proyek pembangunan Pasar Klewer yang tidak selesai tepat waktu menjadi headline halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini, Sabtu (24/12/2016).

Halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini juga mengabarkan Kereta Kencana, ikon baru Bandara Adi Soemarmo, cabai rawit tembus Rp70.000/kg di Klaten, dan jalur Lawu ditutup, pendaki Merbabu dibatasi.

Simak cuplikan kabar halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini, Sabtu:

PROMOSI PARIWISATA : Kereta Kencana, Ikon Baru Bandara Adi Soemarmo

Prajurit Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran berjalan beriringan mengawal dua kereta kencana dari Kantor PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Adi Soemarmo Solo di Boyolali menuju terminal bandara. Tak ayal, rombongan ini pun menarik perhatian pengguna jalan dan penumpang di Bandara Adi Soemarmo.

Arak-arakan ini pun berhenti di depan terminal kedatangan internasional. Karpet merah terbentang di jalan di depan lobi bandara yang disulap menjadi panggung tempat pengrawit dan sinden duduk. Seluruh jajaran manajemen AP I dan Bandara Adi Soemarmo pun terlihat mengenakan pakaian adat jawa dan siap menyambut rombongan.

Mulai Jumat (23/12/2016), lobi bandara akan dihiasi replika dua kereta kencana, yakni replika Kereta Kyai Garuda Kencana dan replika Kereta Condro Kirono yang merupakan gubahan dari Kereta Kyai Condro Retno.

Masyarakat bisa membedakan kereta kencana ini dari warna, yakni warna merah untuk Kereta Kyai Garuda Kencana dan warna hijau untuk Kereta Condro Kirono. Kereta Kyai Garuda Kencana merupakan kereta yang biasanya digunakan saat kirab setelah penobatan raja dan kirab upacara ulang tahun kenaikan takhta. Kereta yang ditarik delapan kuda tersebut kali dibuat pada 24 Maret 1866 dan pernah digunakan oleh Pakubuwono (PB) IX hingga XIII.

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

KOMODITAS PASAR : Cabai Rawit Tembus Rp70.000/kg

Harga cabai rawit di Klaten terus merangkak naik. Dalam sepekan, kenaikan harga cabai rawit mencapai Rp20.000/kg, berdasarkan hasil pemantuan distribusi serta kecukupan kebutuhan pokok oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Klaten di Pasar Induk Kota Klaten, Jumat (23/12/2016).

Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Slamet Widodo, mengatakan pada pekan lalu harga cabai rawit Rp60.000- 70.000/kg. Namun, pekan ini harga cabai rawit melambung menjadi Rp80.000/kg.

Harga cabai rawit diperkirakan terus terkerek menjelang Natal dan Tahun Baru menyusul meningkatnya permintaan pasar. Slamet mengakui sulit untuk menekan laju harga cabai rawit lantaran jumlah produksi dengan permintaan pembeli tak seimbang.

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

CUACA EKSTREM : Jalur Lawu Ditutup, Pendaki Merbabu Dibatasi

Jalur pendakian Gunung Lawu melalui Pos Cemoro Kandang, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, beberapa pekan terakhir ditutup menyusul terjadinya cuaca ekstrem. Sementara itu, jumlah pendaki Gunung Merapi pada malam Tahun Baru dibatasi sebanyak 2.500 orang.

Penutupan jalur pendakian Gunung Lawu dilakukan bukan oleh Perum Perhutani selaku penanggung jawab kawasan pendakian, melainkan oleh para sukarelawan yang biasa berjaga di Pos Pendakian Cemoro Kandang.

”Sejak masuk Desember ini cuaca ekstrem terjadi di jalur pendakian. Belum tahu sampai kapan. Cuaca sangat kurang bersahabat, sehingga teman-teman berinisiatif menutup jalur,” ujar sukarelawan Anak Gunung Lawu (AGL) yang biasa berjaga di Pos Cemoro Kandang, Budi Santoso, saat melalui telepon seluler, Jumat (23/12/2016).

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom