Solopos Hari Ini: Siswa Solo Terlempar ke Luar Daerah
Harian Umum Solopos edisi Selasa (2/7/2019).

Solopos.com, SOLO — Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN-SMK dimulai Senin (1/7/2019). Sejumlah calon siswa asal Solo yang gagal mendapatkan sekolah pilihan pertama malah mendapatkan sekolah di luar Solo.

Gara-gara kasus itu, orang tua mempersoalkan sistem zonasi. Seperti dikeluhkan warga Pasar Kliwon, Solo, Bambang Pradoto Nagoro. Ia mendaftarkan anaknya ke SMAN 7 Solo sebagai pilihan pertama. Karena persaingan jarak dengan pendaftar lain, anaknya tak bisa mendapatkan kursi di SMAN 7.

Kabar mengenai PPDB 2019 itu masih menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (2/7/2019). Berita itu bisa disimak di E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan ulasan sisi lain PPDB 2019. Sejumlah calon siswa siswa yang berebut sekolah di Solo rela menginap di dekat sekolah yang diincar.

Berbekal Termos dan Tikar Tidur di Emperan Toko

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN dimulai Senin (1/7/2019). Calon siswa beradu cepat mendaftar dengan memanfaatkan lokasi yang menyediakan akses Internet.

Ratusan orang tua dan calon siswa memadati Kantor Telkom Gladak di Jl. Mayor Kusmanto No. 1 Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, dini hari. Mereka memanfaatkan layanan Internet di Kantor Telkom untuk mendaftar PPDB SMA.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, terdapat kabar mengenai pembentukan Satgas Antipolitik Uang di Sragen. Pembentukan satgas tersebut berkaitan dengan pilkades serentak 2019. Ada pula kabar mengenai harapan warga Kota Solo terhadap wali kota baru yang terpilih pada pilkada 2020 mendatang.

Satgas Antipolitik Uang Sampai di Desa

Satuan tugas antipolitik uang dalam pemilihan kepala desa di Kabupaten Sragen dibentuk hingga tingkat desa. Bupati Sragen, Kapolres Sragen, Dandim Sragen, Kepala Kejaksaan Negeri Sragen, dan Dansubdenpom Sragen menandatangani nota kesepahaman pembentukan satuan tugas (satgas) antipolitik uang dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019 di Kabupaten Sragen.

Penandatangan nota kesepahaman bertempat di Pendapa Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Senin (1/7/2019). Pembentukan satgas di tingkat kabupaten itu akan ditindaklanjuti dengan pembentukan satgas di tingkat kecamatan dan desa dengan tujuan meminimalisasi botoh dan praktik politik uang.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Warga Harapkan Wali Kota Bervisi Ekonomi Kuat

Sejumlah warga Kota Solo berharap wali Kota Solo yang terpilih pada pemilihan kepala daerah 2020 punya program khusus di sektor ekonomi, khususnya pemberdayaan ekonomi mikro, kecil, dan menengah. Mereka tahu akan digelar pemilihan wali Kota Solo pada 2020, namun sejauh ini mereka belum punya gambaran siapa yang layak menjadi wali Kota Solo menggantikan F.X. Hadi Rudyatmo.

Mereka juga mengetahui F.X. Hadi Rudyatmo tidak bisa maju lagi dalam pemilihan wali Kota Solo tahun depan. Sejumlah warga Kota Solo yang ditemui Espos tersebut belum tahu siapa figur potensial yang layak dan mampu memimpin Kota Solo pada lima hingga 10 tahun ke depan.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom