Solopos Hari Ini: Setop Gerudukan Tilik
Koran Solopos Hari Ini edisi Kamis (1/10/2020) mengupas tentang anjuran untuk setop atau tidak melakukan gerudukan tilik orang sakit. (Tim Solopos)

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Kamis (1/10/2020) mengupas tentang anjuran untuk setop atau tidak melakukan gerudukan tilik terhadap orang sakit.

Kasus-kasus baru Covid-19 bermunculan di Soloraya. Kebiasaan masyarakat diduga memicu munculnya klaster baru dan kini menjadi sorotan, mulai dari menjenguk orang sakit hingga pulang kampung.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan bahwa klaster baru itu muncul karena budaya masyarakat. Salah satu budaya yang dimaksud adalah menjenguk tetangga yang sakit. Bupati tidak menyoal budaya tersebut apabila dilakukan saat kondisi belum pandemi Covid-19.

Uji UU ITE Soal Perlindungan Konten Siaran Oleh RCTI Ditolak MK

Dia menyebut bahwa klaster tenaga kesehatan masih ada tetapi jumlahnya berkurang dibandingkan beberapa waktu lalu.

"Saat ini tidak didominasi nakes tapi masyarakat umum. Biasanya kontak dari pasien yang meninggal. Ada juga kontak erat dari pasien yang sakit lalu dijenguk. Tolong dicermati. Aja kemrungsung selak tilik. Kasus di beberapa kecamatan begitu. Grudukan tilik. Kalau seperti itu rekasa sing melacak. Tolong keluarga ikut memantau," tutur Bupati saat berbincang dengan wartawan, Selasa (29/9/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Adu Ngeyel di Debat Perdana

Debat perdana antara dua calon presiden Amerika Serikat, Selasa (30/9/2020) malam gagal memunculkan gagasan nyata dari kedua kandidat. Sebaliknya presiden petahana Donald Trump dari Partai Republik dan calon dari Partai Demokrat Joe Biden, justru larut dalam debat kusir dan sahut menyahut tak beraturan.

Perang kata-kata antara dua calon capres itu membuat wartawan TV senior yang menjadi moderator Chriss Walace memberi teguran keras khususnya pada Trump.

Chriss Walace berulang kali harus memohon kedua kandidat debat kusir dan memperingatkan Trump karena sering melanggar aturan debat.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Ganjar: Hidup Bersih Lawan Covid-19

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengajak masyarakat Jateng untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan guna memutus rantai persebaran Covid-19.

Upaya itu salah satunya diterapkan dalam penggunaan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Menurut Ganjar, masker menjadi senjata yang ampuh dalam melawan virus corona. Apalagi hingga saat ini vaksi atau obat Covid-19 belum ditemukan.

"Kita harus memenangkan perang melawan Covid-19 dan masing-masing di antara kita harus bisa menjadi tentara yang menjadi benteng terdepan. Senjata kita adalah perilaku hidup bersih dan sehat dengan memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun," ujar Ganjar kepada Solopos.com, Rabu (30/9/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Rp9 Miliar untuk Halte Contraflow Jl.Slamet Riyadi

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengebut pengerjaan proyek halte baru di jalur Batik Solo Trans (BST) contra flow Jl. Slamet Riyadi. Anggaran pembangunan halte tersebut mencapai Rp9 miliar dan ditenggat rampung akhir tahun ini. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan anggaran senilai itu digunakan untuk membangun 26 halte, di mana separuhnya berada di jalur contra flow.

Mekar Bunga Bungur-Sakura Bikin Balai Kota Solo Serasa Musim Semi Di Jepang

Konsep halte yang ditawarkan berbeda dari pengajuan sebelumnya. Halte pada jalur contra flow bakal tampak menyatu dengan bangunan sekitarnya dan lebih ramah lingkungan. “Desain dulu atapnya berbentuk daun. Nah, yang disetujui dan bakal realisasi menyesuaikan arahan Kemenhub, karena halte-halte itu nanti akan jadi percontohan untuk seluruh halte BRT (Bus Rapid Trans) buy the service yang ada di Indonesia. Bentuknya masih dibahas,” kata dia, kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom