Solopos Hari Ini: Saatnya Jateng Injak Rem
Koran Solopos Hari Ini edisi Selasa (15/9/2020) mengulas tentang saatnya Jateng injak rem (Tim Solopos)

Solopos.com, SOLO–Koran Solopos Hari Ini edisi Selasa (15/9/2020) mengulas tentang saatnya Jateng injak rem untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut sembilan daerah di wilayahnya yang saat ini menjadi perhatian khusus dalam penanganan Covid-19. Di kesembilan daerah Jateng itu jumlah kasus Covid-19 melonjak.

Tren kenaikan kasus positif Covid-19 di kesembilan daerah itu melonjak cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kesembilan daerah itu yakni Kota Semarang, Kabupaten Pati, Rembang, Boyolali, Sragen, Wonosobo, Pemalang, Kudus, dan Kabupaten Tegal.

“Ada beberapa kabupaten/kota yang perlu perhatian khusus, terutama Kota Semarang. Maka saya minta di daerah-daerah itu dilakukan pengetatan dalam pelaksanaan protokol kesehatan,” ujar Ganjar seusai menggelar rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (14/9/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Pemberian Pulsa Siswa Di Wonogiri Tergantung Kemampuan BOS

Ribuan Pemudik Masuk Wonogiri

Arus eksodus warga boro dari Jabodetabek ke Soloraya sudah terlihat sejak akhir pekan lalu. Meski baru terlihat di Wonogiri, kedatangan kaum boro diprediksi masih akan bertambah.

Sehari sebelum pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Minggu (13/9), jumlah kedatangan penumpang dari wilayah Jebodetabek di Terminal Giri Adipura Wonogiri mengalami peningkatan. Kaum Boro yang pulang ke Wonogiri diprediksi masih akan meningkat lagi.

Jumlah kedatangan penumpang pada hari itu mencapai 2.286 orang. Jumlah ini meningkat signifikan dari hari sebelumnya, Sabtu (12/9). Pada Sabtu jumlah penumpang kedatangan hanya 1.150 orang.

Berdasarkan data produksi Terminal Giri Adipura, jumlah kedatangan penumpang mencapai 2.000 orang lebih terakhir terjadi pada bulan lalu. Tepatnya pada 15 dan 16 Agustus 2020, saat libur panjang HUT ke-75 RI. Selebihnya penumpang di bawah 2.000 orang.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Waduh! Target Tingkat Kemiskinan Sragen Terancam Tak Tercapai

Retribusi Ditarik Lagi

Setelah empat bulan membebaskan biaya sewa dan retribusi pasar tradisional, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jateng akhirnya kembali menarik biaya tersebut per bulan ini. Retribusi pemanfaatan los dan kios dihitung berdasarkan ukuran lokasi usaha.

Nilainya bervariasi menyesuaikan kelas pasar yang ditempati. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan biaya tersebut kembali ditarik lantaran aktivitas pasar kembali menggeliat.

Pasar-pasar induk seperti Pasar Legi dan Pasar Gede sudah hampir kembali seperti saat sebelum Pandemi. Namun, omzet pasar tekstil seperti Pasar Klewer masih belum ada perubahan signifikan.

“Pelanggan Pasar Klewer jamaknya mereka yang menggelar hajatan untuk menyediakan seragam, kemudian kegiatan rapat, arisan, dan sebagainya. Karena sekarang, masih banyak daerah yang tidak boleh menggelar hajatan, ya masih sepi,” kata dia, dihubungi Espos, Senin (14/9).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Berkas Persyaratan Gibran Paling Lengkap, Lainnya Ada Perbaikan

Berkas persyaratan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawali Solo dinyatakan sebagai satu-satunya yang sudah lengkap sejak awal pendaftaran oleh KPU Solo.

Sedangkan berkas persyaratan Teguh Prakosa, Bagyo Wahyono dan F.X. Supardjo masih memerlukan perbaikan atau pelengkapan. Pernyataan itu disampaikan Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti saat diwawancara wartawan di kantornya, Senin (14/9) siang.

“Dari empat calon, yang sudah lengkap dan memenuhi syarat punya Mas Gibran, tidak ada perbaikan,” tutur dia usai rapat pleno dan penyampaian hasil penelitian administrasi persyaratan calon di Pilkada Solo 2020 di Kantor KPU Solo, Sumber.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom