Solopos Hari Ini: Risiko Banjir di Kota Solo Berkurang
Harian Umum Solopos edisi Jumat (16/11/2018).

Solopos.com, SOLO — Risiko banjir di Kota Solo diyakini akan berkurang seiring dengan selesainya megaproyek penanganan banjir Kota Solo yang menghabiskan anggaran Rp493,96 miliar. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) hampir menyelesikan pengerjaan megaproyek yang dikerjakan sejak 2016 lalu.

Tersisa 2% pekerjaan proyek Penanganan Banjir Kota Solo baik untuk paket 1 (Kali Pepe hilir), paket 2 (Sungai Bengawan Solo), maupun paket 3 (Kali Pepe hulu). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Penanganan Banjir Kota Solo BBWSBS, Arlendenovega Satria N., Kamis (15/11/2018), menjelaskan proyek Penanganan Banjir Kota Solo dikerjakan untuk mengurangi risiko banjir di Kota Bengawan.

Kabar tentang berkurangnya risiko banjir di Kota Solo itu menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (16/11/2018). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan data pemilih untuk Pemilu 2019 mendatang. Jumlah pemilih untuk Pemilu 2019 mendatang meningkat 4,49 juta dibanding Pemilu sebelumnya.

Pemilih Bertambah 4,49 Juta di 28 Provinsi

Jumlah pemilih dalam Pemilu 2019 bertambah 4.499.868 orang di 28 provinsi. Sementara itu, enam provinsi belum merampungkan rekapitulasi data pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) kedua.

Hal tersebut terungkap dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi DPTHP kedua yang digelar KPU di Jakarta, Kamis (15/11/2018) malam. "Catatan sementara dari 28 provinsi, pertama terdapat penambahan jumlah pemilih dan TPS. Jadi berdasarkan data dari 28 provinsi jumlah pemilih total bertambah 4.499.868 pemilih. Kemudian jumlah TPS bertambah sebanyak 2.844," kata Ketua KPU Arief Budiman.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, ada kabar utama tentang PKL Kota Barat yang menuntut kepastian setelah terdampak proyek flyover Manahan. Selain itu, ada pula kabar tentang akses jalan di Sukoharjo yang terputus akibat hujan deras yang memicu tanah longsor.

PKL Kota Barat Tuntut Kepastian

Pengurus Paguyuban PKL Kota Barat meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera memberikan kepastian mengenai nasib para PKL Kota Barat yang terdampak proyek pembangunan jalan layang (flyover) Manahan.

Ketua Paguyuban PKL Kota Barat, Budiyono, mengatakan para PKL Kota Barat belum mendapatkan kepastian informasi mengenai nasib mereka setelah flyover Manahan mulai dioperasionalkan.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Jalur Watukelir-Cawas Terputus

Hujan dengan intensitas tinggi di Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, menyebabkan rangka jembatan di Dukuh Gaden, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru ambrol dan hanyut dibawa arus sungai di bawahnya. Akibatnya arus lalu lintas Watukelir, Weru, Sukoharjo, menuju Cawas, Klaten, dan sebaliknya yang melintasi jembatan tersebut ditutup.

Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa itu. Informasi yang dihimpun Solopos, Kamis (15/11/2018), warga sekitar sejak Rabu (14/11/2018) sore bekerja bakti menyingkirkan puing-puing bangunan dan pengalihan arus lalu lintas hingga Rabu malam.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom