Harian Umum Solopos edisi Senin (26/8/2019).

Solopos.com, SOLO — Masa depan pemberantasan korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terancam karena panitia seleksi (pansel) mengabaikan kritik masyarakat sipil. Ada sejumlah calon dengan rekam jejak buruk yang lolos.

Anggota Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menyoroti 20 calon pimpinan (capim) KPK maupun pansel capim. Mereka tidak akan berdampak positif bagi masa depan KPK.

Ulasan mengenai masa depan KPK itu menjadi headline pada Harian Umum http://www.solopos.com">Solopos edisi hari ini, Senin (26/8/2019). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di https://epaper.solopos.com/">E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum http://www.solopos.com">Solopos edisi hari ini juga terdapat berita utama rencana PLN mendukung pengunaan kendaraan listrik. Di wilayah Soloraya, akan dibangun tempat isi daya mobil listrik.

Dari Kartasura hingga Palur Dibangun Tempat Isi Daya

Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendukung penggunaan kendaraan listrik setelah ada payung hukum berupa peraturan presiden. Setelah adanya diskon khusus tambah daya bagi pemilik kendaraan listrik, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Solo akan menyiapkan fasilitas isi daya kendaraan listrik di beberapa lokasi di Kota Solo dan sekitarnya.

Baca secara lengkap di: https://epaper.solopos.com/">E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar mengenai hukuman yang diterima dua pelaku buang sampah sembarangan di Solo. Ada pula kabar wisata air di Bengawan Solo.

Bakul Hik Didenda Rp150.000

Dua pelaku buang sampah sembarangan di sungai yang sebelumnya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo selama Agustus mendapatkan hukuman. Masing-masing pembuang sampah dihukum denda Rp150.000.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, mengatakan kedua pelaku yang dikenai sanksi merupakan pedagang hik. Keduanya terjaring OTT petugas Satpol PP di Kali Anyar dekat RS dr. Oen Kandangsapi Jebres dan Bratan, Laweyan, dua pekan yang lalu.

Baca selengkapnya di: https://epaper.solopos.com/">E-Paper Solopos.

Digagas, Pelabuhan Langenharjo ala Chao Praya Thailand

Wacana menghidupkan wisata air di sepanjang aliran Bengawan Solo menjadi jalur transportasi layaknya Sungai Chao Praya, Thailand, mencuat. Selain mengoptimalisasi aliran Bengawan Solo, wisata air ini sekaligus selaras sejarah masa lampau keberadaan pelabuhan di depan Pesanggrahan Langenharjo, Kabupaten Sukoharjo.

Guna melihat potensi itu, ratusan peserta susur bantaran Sungai Bengawan Solo dalam rangka Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air pada Minggu (25/8/2019).

Kegiatan ini diinisiasi Yayasan Warna Warni dan Komunitas Pencinta Sungai bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Balai Perencanaan Permukiman Wilayah Jawa tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dengan tema Sososialisasi Penyehatan Permukiman Penyelamatan Air dan Lingkungan melalui Sejarah Sungai Bengawan Solo dan Pesanggrahan PB IX Langenharjo di wilayah sungai Bengawan Solo.

Simak secara lengkap di: https://epaper.solopos.com/">E-Paper Solopos.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten