Koran Solopos edisi Kamis (20/2/2014)

Solopos.com, MALANG--Sedikitnya 300 warga Desa Pandansari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terjebak dan terisolasi akibat jembatan desa tersebut terputus diterjang lahar hujan Gunung Kelud, Rabu (19/2).

Banjir lahar hujan juga telah merusak tanggul, jalan terputus, dan areal pertanian di Kediri. Dampak terparah banjir lahar hujan ini dirasakan di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Sekitar 50 hektare sawah yang ditanami tebu dan padi tergenang dan kandang ayam berisi 15.000 ayam hanyut.

Lalu Lintas di Pasar Kliwon Dialihkan

SOLO—Ribuan orang dari berbagai wilayah di Tanah Air dan luar negeri bakal memadati rangkaian acara Haul ke-102  Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi di kompleks Masjid Ar Riyadh, Jl. Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, Solo, yang puncaknya digelar Kamis (20/2) ini.

Untuk melancarkan acara yang kini menjadi agenda tahunan Pemkot Solo itu, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo menutup dan memindahkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama yang sudah dimulai sejak Rabu (19/2).

Kepala di Jalan Raya Sulit Diidentifikasi

KLATEN—Polisi kesulitan mengidentifikasi potongan kepala manusia yang ditemukan di Jalan Solo-Jogja, tepatnya di Dukuh Kepoh, Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Klaten, Selasa (18/2) pagi.

Potongan tubuh itu kemudian dibawa Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah (Jateng) ke Semarang untuk dilakukan visum lebih dalam.

Caleg Pukul Warga Hingga Pingsan

KARANGANYAR—Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Karanganyar nomor urut tujuh dari Partai Demokrat, Eko Heri Santoso, 45, menganiaya seorang warga, Supardi, 44, hingga pingsan di Pasar Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (18/2) pukul 13.30 WIB.

Akibat aksi main hakim sendiri itul, Eko yang berjuang meraup suara di daerah pemilihan Tawangmangu, Ngargoyoso, Karangpandan, dan Kerjo itu harus berurusan dengan polis.

Ratusan Tenaga Honorer Mogok Kerja

SRAGEN—Puluhan tenaga honorer kategori 2 (K2) yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer Pemkab Sragen mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Rabu (19/2) pagi, untuk memprotes hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Sementara itu,  sebanyak 300-an tenaga honorer lainnya dilaporkan mogok kerja, juga sebagai bentuk protes. Puluhan tenaga honorer yang mendatangi BKD memprotes banyaknya tenaga honorer bukan K2 yang lolos seleksi. Mereka menduga ada kecurangan data karena ada penggelembungan jumlah K2 pada 2013.

Bus Terperosok Parit, 3 Luka Ringan

WONOGIRI—Bus Raya jurusan Solo-Pracimantoro berpelat nomor AD 1464 AG terperosok ke parit di sekitar jalan Wonogiri-Pracimantoro tepatnya di Dusun Mlangse, Desa Tubokarto, Kecamatan Pracimantoro, Rabu (19/2) sekitar pukul 17.15 WIB. Tiga orang penumpang dibawa ke rumah sakit lantaran menderita luka ringan.

Informasi yang dihimpun Espos, kejadian bermula saat Bus Raya melaju kencang dari arah Wonogiri menuju Pracimantoro. Sesampai di lokasi kejadian, ban depan bagian kanan meletus sehingga bus oleng ke arah kanan. Bus langsung masuk ke dalam parit sedalam sekitar empat meter. Kala itu, jumlah penumpang di dalam bus sekitar 15 penumpang.

Selamat membaca


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten