Solopos Hari Ini: PTM Jalan Terus, Dalang Mengamen Menjemput Rezeki

Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, memastikan PTM jalan terus meski muncul ribuan klaster baru Covid-19 dari kalangan siswa dan guru.

 Koran Solopos hari ini, Jumat (24/9/2021). (Dok)

SOLOPOS.COM - Koran Solopos hari ini, Jumat (24/9/2021). (Dok)

Solopos.com, SOLO — Munculnya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 di sekolah tak membuat pembelajaran tatap muka berhenti. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi bersikukuh PTM harus terus berjalan, karena persentase klaster tersebut masih dibilang kecil.

Hanya sekolah yang jadi sumber klaster baru penularan Covid-19 yang ditutup. Lainnya masih jalan tersebut. Berita tersebut menjadi headline di Koran Solopos hari ini, Jumat (24/9/2021). Berikut cuplikan beritanya:

PTM Jalan Terus

JAKARTA-Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tak akan disetop meskipun muncul lebih seribuan. klaster penularan Covid-19.

“Itu terus kita monitor, itu temuannya. Bukan berarti PTM-nya akan diundur, masih harus jalan, terbuka. Tetapi sekolahnya masing-masing kalau ada kasus klaster ya harus ditutup segera, memang seperti itu,” kata Nadiem di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Tim Haris Azhar: Luhut Kami Ajak Ketemu Tapi Tidak Datang

Nadiem mengatakan tidak akan menghentikan PTM meskipun klaster penularan Covid-19 di sekolah mulai bermunculan. Menurutnya, sekolah bakal ditutup sementara jika ada klaster Covid-19 yang ditemukan.

“Tidak, tidak [dihentikan]. PTM terbatas masih dilanjutkan, prokes [protokol kesehatan] harus dikuatkan dan sekolah-sekolah di mana ada situasi seperti itu harus ditutup segera sampai aman,” ujar Nadiem.

Sebelumnya, berdasarkan data yang dirilis melalui laman sekolah.data.kemdikbud.go.id per 22 September 2021 sore, Kemendikbud mencatat ada 1.303 klaster di sekolah. Dari klaster-klaster tersebut, terdapat 7.288 pendidik/tenaga kependidikan dan 15.642 murid yang positif Covid-19.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menganggap seribuan klaster penularan Covid-19 di sekolah saat PTM terbatas itu relatif kecil, yakni hanya 2,8%.

Baca Juga: Dukung Luhut, Direktur CISA: Lapor Ke Polisi Langkah Tepat

Anda juga bisa menyimak berita menarik lain di Koran Solopos hari ini, berikut cupilkannya:

Dalang Mengamen Menjemput Rezeki

BOYOLALI-Guna mengobati ke rinduan akan pertunjukkan wayang dan mencari rezeki, sejumlah dalang mengamen di Boyolali, Rabu (22/9/2021). Sejumlah dalang mengaku selama masa pandemi mengalami keterpurukan ekonomi akibat belum adanya izin menggelar pertunjukan wayang.

Salah satu dalang yang mengamen adalah Joko Sunarno dari Karanggede, Boyolali. Dia mengatakan kegiatan mengamen mereka lakukan untuk mengobati kerinduan terhadap pertunjukan wayang dan karena alasan ekonomi.

“Kami ingin mengobati kerinduan penggemar wayang. Alasan lain, jujur saja karena faktor ekonomi. Kami mengamen karena kami tidak memiliki keterampilan lain selain mendalang,” kata dia, Rabu.

Dalang yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Ki Bambang Wiji Nugroho, Ki Kasim Kasdo, Ki Joko Sunaryo, Ki Wartoyo, Ki Joko Sartono, Ki Kangko, Ki Anggoro Dwi Sadono dan Ki Styo Margono. “Dalang dari Jogja ada Ki Bambang Wiji, dari Klaten ada Ki Kasim kemudian Boyolali ada saya sendiri, Ki Wartoyo, Ki Joko Sartono, Ki Kangko, dan Ki Anggoro,” kata dia.

Sejak Rabu sore, kegiatan mengamen tersebut dilakukan di wilayah Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Boyolali. Ada enam dalang dan seorang sinden yang terlibat dalam kegiatan mengamen itu. Sebelum menjalankan pertunjukkan dari rumah ke rumah, dia mengaku sudah mengajukan izin ke ketua RT setempat.

Dinas Pariwisata Memfasilitasi Pengajuan

SOLO-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Dinas Pariwisata (Dispar) memfasilitasi pengajuan kode batang atau QR Code aplikasi PeduliLindungi bagi pelaku usaha, instansi, dan kantor, mulai Rabu (22/9/2021).

Setelah mereka mengajukan izin, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal memproses pengajuan tersebut maksimal lima hingga tujuh hari kerja. Plt. Kepala Dispar Solo, Aryo Widyandoko, mengatakan pihaknya ditunjuk Kemenkes untuk mengkoordinasi seluruh permintaan kode batang PeduliLindungi.

Baca Juga: Penyerangan terhadap Ustaz Kerap Terjadi, Muhammadiyah: Polisi Harus Kerja Keras

“Enggak hanya usaha kafe, restoran, dan sejenisnya, tapi seluruh usaha, juga instansi dan perkantoran,” kata dia kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Aryo menyampaikan aplikasi tersebut untuk menghitung kapasitas gedung maupun usaha tertentu sehingga apabila pengunjung yang datang melebihi kapasitas, bisa ditolak masuk.

Selain itu, aplikasi juga berfungsi melacak persebaran Covid-19. Partisipasi masyarakat sebagai pengguna sangat penting dengan membagikan data lokasi saat bepergian. Dengan begitu memudahkan penelusuran riwayat kontak dengan pasien Covid-19.

“Kami menyusun prosedur pendaftaran untuk memudahkan mereka. Semua kantor, instansi, dan usaha butuh kode batang itu agar terdaftar dan terlacak di aplikasi,” jelasnya.

Baca Juga: Terbelit Kasus Suap, Berapa Harta Azis Syamsuddin?

Mekanismenya, pelaku usaha, kantor, instansi, dan lainnya bisa mendaftar dengan mengisi formulir digital melalui link https://bit.ly/ qrcodesurakarta.

Seusai mengisi form pendaftaran digital, bagi pemohon yang sudah memiliki izin usaha, akan diberi formulir isian dari Kementerian Kesehatan melalui alamat e-mail pemohon. Sedangkan bagi yang belum memiliki izin usaha akan disurvei terlebih dahulu oleh tim Dispar. Selanjutkan bagi pemohon yang sudah mendapatkan formulir isian dari Kementerian Kesehatan dapat langsung mengisi form sesuai data yang dibutuhkan.

Berbagai berita pilihan yang dimuat di Koran Solopos Hari Ini bisa Anda simak di Espos Premium.


Berita Terkait

Berita Terkini

4 Tersangka Pinjol Ilegal Dijerat Pasal Pornografi

Salah satu modus pinjol ilegal dalam menagih utang kepada para debitur adalah dengan konten pornografi.

KSP SAB: Meminjam ke Satu Pinjol Ilegal, Ditagih Banyak Pinjol

Korban menerima beberapa pinjaman bervariasi dari sejumlah aplikasi pinjol ilegal sebesar Rp1,2 juta sampai Rp1,6 juta tanpa persetujuannya.

5 Jurusan Kuliah yang Menjanjikan Gaji Tinggi dan Cepat Dapat Kerja

Ini dia deretan jurusan kuliah yang menjanjikan gaji tinggi dan cepat dapat kerja. Jurusanmu ada enggak lur?

Partai Golkar Menilai Jokowi-Ma’ruf Berhasil Kendalikan Covid-19

Partai Golkar menilai pandemi Covid-19 menjadi tantangan terbesar Jokowi-Ma’ruf di dua tahun masa kepemimpinan mereka.

Perdagangan Satwa Dilindungi Diungkap di Jogja, Pelaku Warga Semarang

Aparat Polresta Jogja membongkar perdagangan satwa dilindungi yang ditawarkan secara online oleh warga Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Pinjol Pemicu Ibu Wonogiri Bunuh Diri Dibiayai Koperasi Simpan Pinjam

Aplikasi pinjol Fulus Mujur inilah yang mengirim uang ke ibu di Wonogiri yang akhirnya gantung diri, beberapa waktu lalu.

Satelit Nuri Pertama Gagal ke Orbit, Korsel Siap Mencoba 5 Kali Lagi

Korea Selatan gagal menempatkan satelit tiruan ke orbit setelah peluncuran pertama roket Nuri yang dikembangkan di dalam negeri gagal sampai tujuan.

Jabatan Adik Ipar Ahok Dicopot dari Polri, Kini Jadi Staf Biasa

Adik ipar Ahok yang memakai mobil patroli jalan raya (PJR) untuk berpacaran dicopot dari jabatannya di Polri dan kini dimutasi menjadi staf biasa.

Bongkar 13 Kasus Pinjol Ilegal Lintas Provinsi, 57 Orang Jadi Tersangka

Polisi sudah menetapkan 57 tersangka dari pengungkapan 13 kasus pinjol ilegal yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Ahok Dukung Adik Iparnya yang Pacaran di Mobil Patroli Ditindak Tegas

Ahok mendukung Polri menindak tegas adik iparnya, Bripda Bagas yang menyalahgunakan mobil patroli jalan raya untuk pacaran.

Pemeran dan Pacar Video Mesum Lele 13 Detik Minta Maaf

Pemeran video mesum viral Lele 13 detik meminta maaf lewat akun YouTube karena membuat kegaduhan di media sosial.

4 Mahasiswa UNS Ciptakan Membran Oksigenasi Baru untuk Pasien Covid-19

Penelitian mahasiswa UNS mengenai material membran ECMO berangkat dari fenomena pandemi Covid-19 yang sudah terjadi di Indonesia selama lebih dari satu tahun.

Unik! Bebek Ini Mampu Tirukan Ucapan Manusia Saat Memadu Kasih

Seekor bebek kesturi yang diketahui menirukan ucapan manusia dalam rekaman percobaan hewan yang dapat meniru manusia.

Tragis! Pemuda Ini Tewas Saat Cari Keong Sawah

Kisah tragis dialami seorang pemuda di Tangerang yang meninggal tenggelam saat mencari keong sawah.

Waduh! Polantas yang Pacaran Pakai Mobil PJR Adik Ipar Ahok

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengakui anggota polantas, Bripda Arjuna Bagas, yang diperiksa Propam gara-gara menggunakan mobil dinas PJR untuk pacaran adalah adik iparnya.

Adik Ipar Ahok Pacaran Pakai Mobil Patroli Polisi Terancam Dicopot

Adik ipar Ahok, Bripda Arjuna Bagas terancam dicopot dari satuannya karena diduga menggunakan mobil dinas patroli jalan raya (PJR) untuk pacaran.