Headline Solopos 3 Desember 2019. (Solopos)

Solopos.com, SOLO – Kisruh soal limbah PT RUM yang mencemari lingkungan tak kunjung berakhir. PT RUM Mengonfirmasi limbah yang dibuang di Kali Pedes, Brebes, berasal dari pabriknya di Sukoharjo.

Namun, PT Rayon Utama Makmur (RUM) menegaskan yang bertanggung jawab dalam kasus pembuangan limbah itu adalah transporter alias perusahaan pengangkut limbah. Sekretaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro, mengklarifi kasi kabar limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) yang ditemukan di bantaran Kali Pedes, Brebes.

Bintoro langsung membongkar dokumen kerja sama dengan pihak ketiga yang bertugas mengangkut dan mengolah limbah B3 PT RUM bekerja sama dengan dua perusahaan yakni PT Mitra Tata Lingkungan Baru (MTLB) dan PT Sinerga. PT MTLB bertugas mengangkut limbah B3 dari pabrik menuju lokasi pengolahan limbah. Sementara PT Sinerga mengelola limbah tersebut.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Tudingan PT RUM kepada pihak ketiga yang membuang limbah sembarangan menjadi headline Harian Umum Solopos edisi Selasa (3/12/2019). Selain itu, ada beberapa berita menarik lainnya dari Solopos berikut ini:

Solo Targetkan Lebih dari 5 Juta Wisatawan

Dinas Pariwisata Solo menargetkan jumlah wisatawan nusantara dan asing yang berkunjung ke Solo pada 2020 mencapai lebih dari 5 juta orang.  Pemkot Solo telah berkoordinasi dengan daerah lain dalam hal pengembangan pariwisata. Pada 2020 Dinas Pariwisata Solo akan mendorong wisata religi dan olahraga.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Ayam Bakar Picu Inflasi di Solo

Komoditas ayam ras menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kota Solo, meski bawang merahlah yang mengalami kenaikan harga paling tinggi pada November 2019. Sementara, ayam bakar memicu inp asi karena harganya naik 7,14%.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Kemenag Siap Berangkatkan Korban First Travel

Pengacara Natalia Rusli menyebut dirinya telah bersurat ke Kementerian Agama (Kemenag) perihal nasib 63.000 korban First Travel (FT) yang dipegangnya. Dia mengklaim mendapat balasan surat dari Kemenag yang isinya akan memberangkatkan jemaah FT. Natalia mengatakan skema pemberangkatan itu akan melalui anggaran Kemenag dengan menggunakan beberapa travel perjalanan haji umrah. Dia jug memastikan Kemenag akan benarbenar memberangkatkan jemaah.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Desa Wisata Durian di Wonogiri

Durian varietas montong kunung dari Dusun Pogog, Tengger, Puhpelem, Wonogiri atau durian pogog sudah dikenal luas. Tak hanya terkenal dalam lingkup daerah, tetapi hingga ke banyak daerah di Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu Tengger dicanangkan sebagai desa wisata durian.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.

596 Kasus HIV/AIDS di Boyolali

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir telah ditemukan 596 kasus HIV/AIDS di Boyolali. Kasus pertama ditemukan pada 2015. Kasus itu kini didominasi kalangan ibu rumah tangga (IRT). Bahkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Boyolali pernah menemukan kasus di mana bocah berusia 14 tahun sudah menderita infeksi menular seksual (IMS).

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten