Solopos Hari Ini: Peserta SBMPTN Bisa Tes Dua Kali
Harian Umum Solopos edisi Rabu (24/10/2018).

Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuat kebijakan baru dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Peserta tes bisa mengikuti mengikuti ujian masuk perguruan tinggi (PT) hingga dua kali.

Ketua Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Ravik Karsidi menjelaskan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) 2019 akan ditangani Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Lembaga ini sifatnya lebih permanen dibandingkan SNPMB yang sifatnya ad hoc.

Kabar terbaru tentang SBMPTN 2019 itu menjadi kabar utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (24/10/2018). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, ada jadwal tes CPNS di Sragen pada halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini. Tes CPNS 2018 di Sragen dilaksanakan mulai Jumat (26/10/2018).

Sehari 5 Sesi, 43.197 Pelamar CPNS Tes di Sragen

Sebanyak 43.197 orang pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di sembilan kabupaten/kota akan mengikuti computer assisted test (CAT) di GOR Diponegoro Sragen, Jumat (26/10). Puluhan ribu orang pelamar CPNS tersebut diwajibkan membawa kartu tanda penduduk (KTP) atau surat keterangan pengganti KTP dan nomor ujian dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Jumlah pelamar CPNS yang ikut CAT di Sragen itu diketahui berdasarkan hasil rapat koordinasi CPNS 2018 di Semarang, Senin (22/10/2018). Puluhan ribu orang berasal dari Sragen, Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Grobogan, dan Blora.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar terbaru tentang pencurian di Pasar Singosaren, Solo. Kabar tentang siswi di Karanganyar yang berdagang cilok sembari bersekolah juga menghiasi wajah depan halaman Soloraya di Harian Umum Solopos edisi hari ini.

Petugas Keamanan Tertidur

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menambah personel keamanan di Pasar Singosaren menyusul aksi pembobolan 11 gerai penjualan ponsel pada Senin (22/10). Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengaku kejadian pencurian salah satunya disebabkan kelalaian petugas keamanan. "Waktu itu dua petugas jaga ketiduran setelah patroli di pos keamanan di dalam pasar," kata dia ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (23/10/2018).

Untuk pengamanan Pasar Singosaren selama ini Pemkot mengerahkan enam petugas keamanan yang terbagi dalam tiga sif. Masing-masing sif terdiri atas dua petugas keamanan. Selain petugas keamanan, Pemkot Solo juga memasang delapan unit kamera CCTV. "Kami akan usahakan untuk tambah satu personel petugas keamanan lagi. Jadi kalau ada yang tertidur, yang lain bisa patroli," katanya.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Cilok Penebus Masa Depan

Ida Ayu Riski Susilowati, 20, berangkat dari rumahnya, Kebonagung Kulon, RT 006/RW 006, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar pukul 06.10 WIB, Selasa (23/10/2018). Dia mengayuh sepeda Phoenix warna biru.

Caping butut warna biru bertengger di kepala. Pada caping terdapat tulisan "raihlah cita-citamu setinggi langit". Ida, sapaan akrabnya, bersekolah di SMK Bhakti Karya Karanganyar di Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar.

Jarak 5 km dari rumah ke sekolah ditempuh selama 20 menit. Di sepeda yang dikayuhnya bertengger pula kotak kayu berisi kompor, dandang berisi cilok, dan dan wadah berisi saus dan kecap. Setiap hari Ida memang bersekolah sembari berjualan cilok.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom