Tutup Iklan
Solopos Hari Ini: Perlu Lockdown Lokal

Solopos.com, SOLO -- Harian Umum Solopos 16 Juli mengangkat update terbaru pandemi Covid-19 sebagai berita utama di halaman 1. Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang melonjak perlu disikapi dengan lockdown lokal.

Solopos 16 Juli mengabarkan jumlah kasus positif dari kalangan tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr. Moewardi (RSDM) Solo melonjak membuat epidemiolog menilai perlunya lockdown lokal untuk mengendalikan kasus.

Pada Rabu (15/7/2020) ada tambahan 34 nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagian nakes tersebut adalah para dokter yang juga mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Ini 4 Klaster Baru Kasus Positif Covid-19 Solo Dan Perincian Jumlahnya

Sebagian lagi adalah dokter senior. Tambahan tersebut merupakan hasil perluasan tracing masif yang digelar RSDM menyusul temuan sebelumnya. Pada Sabtu (11/7/2020) lalu, sebanyak 25 nakes RSDM dinyatakan tertular virus SARS CoV-2.

Mayoritas nakes tersebut adalah dokter peserta PPDS paru UNS. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, dari 34 kasus itu, 13 di antaranya adalah warga ber-KTP Solo.

Berita selengkapnya di E-Paper Solopos.

Pemadaman Listrik PLN Kamis 16 Juli Sasar Solo Baru Sukoharjo, Cek Jamnya

Ledakan Kasus Lintas Wilayah

Jumlah kasus baru Covid-19 di Soloraya yang kian melesat hanya dalam sehari juga menjadi salah satu informasi yang layak Anda baca di Solopos 16 Juli. Pada Rabu (15/7/2020), 29 kasus baru muncul di Kota Solo dan 20 kasus lainnya di Klaten. Dengan tambahan kasus baru tersebut, secara kumulatif jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Solo menjadi 100 orang.

Tambahan kasus pada Rabu terbagi dalam beberapa klaster yaitu klaster kupat tahu, klaster Pasar Harjodaksino, kluster Penumping Karangasem, dan klaster tenaga kesehatan tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr. Moewardi (RSDM).

Selain itu, terdapat pula kasus pengembangan dari tracing dan kasus mandiri. Perinciannya, klaster kupat tahu bertambah enam orang yang seluruhnya berasal dari kalangan keluarga yang berdomisili di Kelurahan Purwosari.

Berita selengkapnya di E-Paper Solopos.

Kementerian PUPR Bakal Bangun Stadion Mini di Solo, Ini Lokasinya

Saat Corona Ubah Skenario Warga Merapi

Di kawasan lereng Merapi, Solopos 16 Juli menggambarkan bagaimana aktivitas warga selepas kondisi kubah Gunung Merapi menggembung. Rupanya, masyarakat setempat masih beraktivitas seperti biasa namun tetap waspada.

Sri Murtini, 40, warga Dukuh Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, adalah salah satunya. Ibu empat anak itu tinggal di perkampungan yang berjarak hanya 4-5 km dari puncak Merapi.

Sri tetap tenang menjalankan aktivitas seperti berkebun dan mencari rumput untuk pakan ternak. Jauh hari sebelum Merapi dikabarkan mengalami penggembungan, dia dan warga lainnya sudah terbiasa melakukan kesiapsiagaan sebagai antisipasi erupsi Merapi.

Berita selengkapnya di E-Paper Solopos.

Kencan Online Hingga Menikah, Wanita AS Disekap di Nigeria

200 Pedagang Bakal Diuji Swab

Di halaman Soloraya, Solopos 16 Juli menginformasikan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memperluas tracing potensi penularan virus SARS CoV-2 di Pasar Harjodaksino menyusul temuan kasus positif di pasar tersebut.

Setelah sebelumnya tiga tetangga dari pedagang empon-empon yang meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2020) lalu, kini 200 pedagang lain dijadwalkan melakoni uji swab.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan pedagang yang diprioritaskan menjalani uji swab adalah mereka yang berdagang di sekitarnya. Termasuk, pedagang yang dilewati saat pedagang tersebut mengakses pintu keluar-masuk. “Mereka dijadwalkan mengikuti uji swab secara polymerase chain reaction [PCR] massal pada Sabtu dan Minggu [18-19/7/2020] berbarengan dengan yang lain,” kata dia kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).

Berita selengkapnya di E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho