Solopos Hari Ini: Perburuan Rp23,7 Triliun
Koran Solopos edisi Kamis (25/2/2021).

Solopos.com, SOLO-- Koran Solopos hari ini edisi Kamis (25/2/2021) mengulas tentang perburuan Rp23,7 triliun. Penyitaan aset-aset yang diduga terkait tersangka kasus korupsi PT Asabri terus dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung), termasuk di Soloraya.

Ini merupakan kelanjutan laporan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) tentang deretan aset senilai Rp171 miliar. Kejagung menyita aset terkait dugaan tindak pidana korupsi PT Asabri, Selasa (23/2) malam. Aset yang disita berupa 17 armada bus dari sebuah garasi bus yang ada di wilayah Simo, Kabupaten Boyolali.

Kepala Kejaksaan Negeri Boyolali, Muhammad Anshar Wahyudin, mengatakan pada Selasa siang pihaknya kedatangan tim penyidik dari Kejagung. Kedatangan tim penyidik yang terdiri dari tujuh orang itu terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi PT Asabri, dengan tersangka Letjen TNI (Purn) Sonny Widjaja. Pada hari itu tim melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi.

"Kemudian pada malam harinya sekitar pukul 21.46 WIB sampai selesai, tim melakukan penyitaan 17 bus pariwisata Restu Wijaya yang bertempat di garasi bus PT Restu Wijaya Simo," kata dia kepada wartawan, Rabu (24/3).

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.

Koran Solopos Raih Dua Silver Winner IPMA 2021

Harian Umum Solopos meraih dua penghargaan pada ajang Indonesia Print Media Award atau IPMA 2021. Tak hanya itu, dua saudara Solopos, yakni Harian Jogja dan Bisnis Indonesia, juga menyabet penghargaan pada ajang yang sama.

Sampul atau cover Koran Solopos berjudul “Penjaga Tradisi” edisi spesial Hari Batik Nasional terbitan Jumat (2/10/2020) diganjar Silver Winner IPMA Kategori Suratkabar Terbaik. Begitu juga Harian Jogja edisi Selasa (14/4/2020).

Solopos juga meraih Silver Winner untuk IPMA Kategori Editorial edisi Senin (28/12/2021). Editorial berjudul “Optimisme dan Pesimisme Setelah Perombakan Kabinet” tersebut membahas Presiden Joko Widodo yang melantik enam menteri baru dan lima wakil menteri.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.

Kasus Turun, Ruang Isolasi Ganti Fungsi

SOLO—Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo terus mencatat penambahan kasus konfirmasi Corona di Kota Bengawan mengalami tren penurunan. Selama tiga hari, pada Senin-Rabu (22-24/2/2021), tambahan kasus hanya di angka 97 orang.

Sehingga reratanya hanya 30an tambahan kasus dalam sehari. Kumulatif kasus pada Rabu (24/2/2021) di angka 9.361 orang, dengan perincian 8.270 pulang/sembuh, 512 isolasi mandiri, 123 rawat inap, dan 456 orang meninggal dunia.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan penurunan kasus membuat bed isolasi maupun ICU Covid-19 di Kota Bengawan lebih longgar. Dari kapasitas 700an yang tersebar di belasan rumah sakit (RS), hanya 250an di antaranya yang terpakai. Itupun sudah termasuk pasien alamat luar Solo yang dirujuk.

“Mungkin masyarakat yang semakin patuh menjalankan protokol kesehatan. Kemudian efek Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) baik yang skala kota maupun mikro,” kata dia, dihubungi Espos.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan sejumlah RS mulai mengajukan agar ruangan isolasinya dimanfaatkan untuk pasien non Covid-19. Namun, RS harus siap apabila bed isolasi itu dibutuhkan jika sewaktu-waktu lonjakan kasus kembali terjadi.

“Sudah ada beberapa RS yang minta agar kamarnya dialihfungsikan. Kami izinkan dengan catatan sewaktu-waktu dibutuhkan bisa kembali dibutuhkan untuk pasien Covid-19,” bebernya.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.



Berita Terkini Lainnya








Kolom