Solopos Hari Ini: Perantau Masuk Jateng Ditetapkan ODP Corona
Harian Umum Solopos edisi hari ini, Sabtu (28/3/2020), yang menyajikan kabar utama perantau Jateng masuk ODP virus corona.

Solopos.com, SOLO — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, memasukkan para perantau yang pulang kampung ke Jawa Tengah sebagai orang dalam pemantauan (ODP) virus corona.

Status ODP tersebut membuat para pemudik harus mengisolasi diri selama 14 hari. Ganjar mengatakan langkah itu bertujuan memutus rantai persebaran virus SARS-CoV-2 (Covid-19).

Kabar mengenai perantau yang masuk Jateng ditetapkan sebagai ODP virus corona itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Sabtu (28/3/2020). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain perantau Jateng yang ditetapkan sebagai ODP virus corona, ada pula kabar utama mengenai anggota DPR yang meninggal setelah ditetapkan sebagai PDP virus corona.

PDP 4 Hari, Anggota DPR Imam Suroso Meninggal

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP), Imam Suroso, meninggal dunia setelah menyandang status sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona.

Imam meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi, Semarang, Jumat (27/3/2020) pukul 20.50 WIB.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai bantuan Pmkab Sragen kepada ODP PDP virus corona. Ada juga kabar mengenai pasar musiman di Sukoharjo yang ditutup menyusul KLB virus corona.

Paket Bahan Pokok untuk ODP dan PDP

Sejumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) mendapat bantuan bahan pokok dari Pemkab Sragen. Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat berbincang dengan wartawan di Pendapa Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sragen, Jumat (27/3/2020), mengatakan bantuan bahan pokok itu senilai Rp100.000 per orang.

"Untuk ODP dan PDP akan kami beri bantuan jadup berupa paket sembako. Setiap paket berisi 10 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg telur, kecap, dan mi instans. Setiap paket senilai Rp100.000. Bantuan jadup itu diserahkan lewat kecamatan yang memiliki data ODP. Dalam penyalurannya, TNI/Polri supaya mengawasi dan petugas puskesmas mengecek setiap hari," ujarnya.

Simak selengkapny di: E-Paper Solopos.

Pasar Musiman di Sukoharjo Ditutup Sementara

Tiga pasar musiman di Sukoharjo yakni Pasar Hewan Bekonang dan Tawangsari serta Pasar Gawok ditutup sementara guna menghambat laju persebaran virus corona penyebab wabah Covid-19.

Penutupan Pasar Gawok dimulai sejak 18 Maret hingga 5 April, Pasar Hewan Bekonang mulai 30 Maret hingga 4 April. Sedangkan Pasar Hewan Tawangsari ditutup mulai 26 Maret hingga 5 April.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho