Solopos Hari Ini: Pendidikan Bisa Jadi Komoditas
Koran Solopos Hari Ini edisi Kamis (8/10/2020) mengulas tentang pendidikan bisa jadi komoditas.

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Kamis (8/10/2020) mengulas tentang pendidikan bisa jadi komoditas.

Tak hanya buruh yang memprotes disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Praktisi pendidikan dan akademisi mengkritik keras UU itu berpotensi menjadikan pendidikan sebagai komoditas perdagangan.

Risiko Tinggi Covid-19, Pemkab Sragen Akan Uji Swab 2.500-3.000 Warga Usia 50 Tahun Ke Atas

DPR memasukkan klaster pendidikan ke dalam beleid itu padahal sebelumnya telah dikeluarkan dari draf RUU setelah mendapat protes dari kalangan pendidikan.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Masyarakat Terdampak Permenkes

Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) menyayangkan munculnya Permenkes No.24/2020 tentang Pelayanan Radiologi Klinik di tengah situasi Pandemi Covid-19 dimana, semua tenaga medis dan masyarakat sedang berjuang melawan virus tersebut. Selain itu, Permenkes tersebut juga akan memberikan dampak yang tidak baik pada berbagai hal.

Ketua MKKI, Prof. Dr. dr. David S Perdanakusuma SpBP-RE(K) mengatakan dampak yang akan muncul di antaranya kekacauan dalam pelayanan kesehatan pada masyarakat luas berupa keterlambatan dan menurunnya kualitas pelayanan.

Satgas Covid-19 Solo Kampanyekan 4M Untuk Setop Penularan Virus Corona, Apa Saja?

Akibatnya, peningkatan angka kesakitan dan kematian pasien termasuk kematian ibu dan anak karena USG oleh dokter kebidanan tidak bisa lagi, serta penilaian pembuluh darah jantung untuk pasien penyempitan pembuluh darah juga tidak bisa lagi dilakukan oleh dokter jantung.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Setop 6 Bulan, Oktober Mulai Lagi

Pelaksana proyek konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo bakal kembali melanjutkan pembangunan pada bulan ini. Proyek investasi bernilai USD16 juta setara dengan Rp226 miliar itu sempat terhenti selama 6 bulan akibat Pandemi Covid-19. Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP), Elan Syuherlan, mengatakan proyek fisik terhenti sejak April.

“Sejak covid mulai muncul sekitar Maret-April itu sampai September, proyek fisik terhenti. Mulainya InsyaAllah bulan ini. Kami sedang mengupayakan prosedurnya segala macam bisa terpenuhi karena ‘kan masih Pandemi Covid-19. Jadi, saya juga enggak mau tim kami yang di lapangan ada yang sampai tertular karena akan lebih repot lagi,” kata dia, dihubungi Espos, Rabu (7/10/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Selama 37 Hari, Kasus Covi-19 Bertambah 339

Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo mencatat tambahan 6 kasus baru pada Rabu (7/10/2020). Jumlah itu membuat kumulatif kasus Covid-19 di Kota Bengawan menyentuh 747, dengan perincian 569 sembuh/pulang, 100 isolasi mandiri, 49 rawat inap, 29 meninggal dunia. Tambahan 339 atau hampir separuh dari kumulatif saat ini disumbang hanya dalam tempo 37 hari, tepatnya sejak 1 September hingga 7 Oktober.

“Kalau melihat perkembangan daerah lain, memang semuanya sama. Kasus terus bertambah dalam sebulan terakhir,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, kepada Espos, Rabu sore. Ning, sapaan akrabnya, meminta masyarakat terus memperketat protokol kesehatan dengan penerapan 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan.

Keempat hal tersebut harus dilakukan dan menjadi kebiasaan baru guna menekan persebaran virus SARS CoV-2. Selain, pihaknya terus menggelar tracing kontak siapapun yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Tambahan pada Rabu perinciannya, uji swab mandiri 3 orang, tracing kontak 2 orang dari 2 induk kasus, dan seorang pasien suspek yang naik kelas jadi kasus konfirmasi,” jelasnya.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom