Solopos Sabtu (31/8/2019)

Solopos.com, JAKARTA – Pemerintah daerah kelimpungan karena anggaran untuk membayar premi Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi warga miskin membengkak.

Anggaran Pemkab Sragen membengkak menjadi Rp28.868.112.000 jika pemerintah menaikkan premi JKN-KIS. Rencananya, mulai 1 September 2019, pemerintah menaikkan premi JKN-KIS baik untuk penerima bantuan iuran (PBI) maupun mandiri.

Berita Pemda yang kelimpungan dengan premi JKN-KIS menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi Sabtu (31/8/2019). Berikut beberapa berita lainnya:

KERUSUHAN PAPUA: 4.000 Warga Kembali Mengungsi ke Lantamal

Sekitar 4.000 warga Kota Jayapura, Papua, kembali mengungsi ke Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) X Jayapura.

SELEKSI CAPIM: Masyarakat Sipil Minta Jokowi Selamatkan KPK

Koalisi Masyarakat Sipil Darurat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencoret calon pimpinan (capim) KPK 2019-2023 yang bermasalah. Saat ini pansel tengah menyeleksi capim KPK.

Halaman Soloraya edisi Sabtu (31/8/2019), memberitakan arisan fiktif di Sukoharjo. Pelaku menipu dan menggelapkan uang milik para korban di Solo dan Sukoharjo dengan nilai total Rp5 miliar lebih.

Baca selengkapnya: Epaper Solopos

Selain berita arisan fiktif di Sukoharjo berikut beberapa berita lainnya di Halaman Soloraya:

PILKADA SOLO: Pengusaha Catering Siap Dipinang Gibran

Seorang pengusaha catering kenamaan di Solo, Catur Dewi Puspito Retno, 50, mendeklarasikan diri siap berkompetisi dalam bursa calon wakil wali Kota Solo dalam pesta demokrasi Pilkada tahun 2020.

KISAH UNIK: Pak Kades yang Juga Tukang Gali Kubur

Karakter pekerja keras sudah mendarah daging pada diri Zaenal Arifin. Pria kelahiran 1 April 1968 ini merupakan penjabat baru Kepala Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten.

Suami dari Maryati ini bertekad menjalankan tugas sebagai kades dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Meski sudah menjabat kades, ia tak lupa pekerjaan lamanya. Di antaranya sebagai penjual galon berisi air mineral dan penjual tabung gas keliling. Bahkan, Zaenal Arifin juga
masih dikenal sebagai tukang gali kubur di desanya.

Baca selengkapnya: Epaper Solopos


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten