Solopos Hari Ini: Pelajar Dapat Akses Khusus
Harian Umum Solopos edisi Kamis (13/2/2020).

Solopos.com, SOLO — Pelajar yang bersekolah di sekitar proyek pembangunan flyover Purwosari, Solo, bakal mendapat akses khusus. Pembuatan akses khusus yang juga bisa dimanfaatkan masyarakat umum itu berada di sebelah utara selokan yang sebelumnya berupa jalur lambat Jl. Slamet Riyadi. Jalur khusus itu dibuat sebagai evaluasi sepekan pembangunan flyover Purwosari.

Selama ini, banyak pelajar yang sekolah mereka terdampak pembangunan flyover Purwosari seperti SMA Batik 1, SMP Batik, dan SMP Muhammadiyah 5 melintasi rel di beberapa lokasi. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan.

Kabar mengenai dampak pembangunan flyover Purwosari Solo itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (13/2/2020). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat ulasan mengenai e-sport yang semakin digandrungi.

Latihan Empat Jam Sehari Belum Cukup

Tren e-sports semakin meningkat seiring makin banyaknya event bertaraf lokal, nasional, dan internasional. Beberapa gim yang dipertandingkan antara lain Pro Evolution Soccer (PES), Mobile Legends Bang-Bang, Dota 2, PUBG, PUBG Mobile, CSGO, League of Legends, Areno of Valor, dan Free Fire.

Beberapa gim tersebut masuk kategori multiplayer online battle arena (MOBA) atau jenis permainan action real time yang merupakan turunan dari genre strategi. Dalam genre ini, pemain hanya mengontrol seorang karakter atau jagoan yang memiliki atribut dan kemampuan yang unik dari karakter lainnya.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai bertambahnya pernikahan dini di Sukoharjo. Ada pula kabar dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang risih dengan komentar negatif atas aksinya menanam pohon.

Kasus Pernikahan Dini Bertambah

Angka kasus anak hamil di luar nikah di Kabupaten Sukoharjo meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini berdasarkan permohonan perkara dispensasi menikah di Pengadilan Agama (PA) Sukoharjo.

Selain faktor pergaulan bebas, perkembangan kemajuan teknologi diduga menjadi faktor pemicunya.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Setop Nyinyir, Lanjutkan Menanam

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sepertinya risih juga dengan banyak komentar negatif menanggapi aksi penanaman pohon secara massal untuk penghijauan di berbagai daerah. Dia pun memberi pesan khusus sebagai penyemangat kegiatan penghijauan.

Hal itu dilontarkannya saat menanam bibit pohon di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Rabu (12/2/2020). "Cuek saja dengan orang yang mencibir dan nyinyir. [Orang yang mencibir] enggak penting, lebih penting menanam," ujar dia sembari tersenyum.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom