Solopos Hari Ini: Optimistis Hadapi Krisis
Koran Solopos Hari Ini edisi Sabtu (19/9/2020) mengangkat tentang optimistis hadapi krisis.

Solopos.com, SOLO--Bertepatan dengan peringatan HUT-23 Koran Solopos Hari Ini, edisi Sabtu (19/9/2020)  mengangkat tentang optimistis hadapi krisis.

Krisis ekonomi sempat menghantam perekonomian Indonesia pada 1998 lalu. Ribuan pengusaha balik kanan dan gulung tikar didera resesi. Kendati begitu, sejumlah usaha berhasil melewati cobaan itu dan bertahan hingga lebih dari 2 dekade setelahnya.

Edi Susanto pemilik warung susu segar Shi Jack - Bang Edi mengisahkan optimismenya menghadapi berbagai krisis. Termasuk, Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Kepada Espos, pria 48 tahun itu mengaku usahanya baru lahir tak lama sebelum reformasi terjadi. “Saya masih ingat 12 April 1997, saya mulai berjualan susu segar di sekitar Lapangan Kottabarat. Saat itu masih sangat tradisional dan beruntung warung saya menjadi tongkrongan anak muda. Salah satunya, teman-teman redaksi Koran Solopos yang kerap mampir ke warung saya,” kata dia, Rabu (16/9) sore.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Airlangga : Hasil Uji Klinis Vaksin Covid-19 Diumumkan Oktober 2020

Tumbuh Bersama

Hari ini Sabtu (19/9/2020) Solopos hadir tepat berusia 23 tahun. Hari Jumat 19 September Tahun 1997 Solopos terbit perdana dengan judul berita utama Warga Takut Digusur. Berita ini terkait dengan pembangunan Stadion Manahan Solo yang kini telah berdiri megah.

Solopos lahir di tahun krisis politik. Hasil pemilihan umum (Pemilu) Mei 1997 diwarnai gelombang protes terhadap rezim Soeharto, presiden yang berkuasa saat itu.

Mengusung tagline Meningkatkan Dinamika Masyarakat, Solopos menjadi media yang telah membersamai 6 juta warga Soloraya. Informasi yang disajikan menjadi bahasan, obrolan di ruang-ruang publik, diskusi, rujukan hingga mendorong masyarakat bergerak dinamis di segala sektor kehidupan.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Kantor Kelurahan Gilingan Diisolasi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo menutup operasional Kantor Kelurahan Gilingan selama sepekan sejak Rabu (16/9). Penutupan dilakukan lantaran terdapat seorang pegawai di kelurahan tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan langkah tersebut sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwali) No.24/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Kebijakan isolasi wilayah micil alias mikro kecil, menyasar lingkungan kecil di mana ada temuan Covid-19. Nah, seperti kebijakan sebelumnya saat ada temuan kasus Covid-19 di Kantor Inspektorat, Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) dan sebagainya, makanya Kantor Kelurahan Gilingan kami lockdown. Tutup sementara. Pelayanan dari rumah atau work from home (WFH) atau bisa juga ke Kecamatan Banjarsari langsung,” kata dia, kepada wartawan, Jumat (18/9).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Jadi Korban Mutilasi Di Kalibata City Jakarta, Begini Sosok Rinaldi Harley Di Mata Keluarga

4.000-an Penumpang Jalani Rapid Test

Manajemen Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo semakin mempermudah penumpang maskapai dengan adanya layanan tes rapid atau tes cepat sebagai syarat utama naik pesawat terbang di masa pandemi Covid-19. Selama kurang lebih 2,5 bulan layanan tes rapid ini dibuka, Bandara Adi Soemarmo telah melakukan sebanyak 4.000-an kali tes dengan hasil nonreaktif. Selain itu, harga tes cepat ini juga semakin murah dari Rp150.000 menjadi Rp85.000.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan, mengatakan pelayanan tes cepat di Bandara internasional Adi Soemarmo kian memudahkan masyarakat.

“Apalagi sekarang harganya [tes cepat] Rp85.000 dari sebelumnya Rp150.000. Kami mencatat sejak layanan dibuka pada Juli hingga September kami sudah melayani 4.000-an tes cepat,” ujarnya, kepada wartawan, Jumat (18/9).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom