Solopos Hari Ini: Muncul Klaster Ultah-Kantor
Koran Solopos Hari Ini edisi Selasa (20/10/2020) .

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Selasa (20/10/2020) mengulas tentang munculnya klaster baru persebaran Covid-19 dari acara ultah hingga kantor.

Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo menyebut tinggal 3 kelurahan yang belum ada temuan kasus Covid-19. Ketiga kelurahan itu, meliputi Kampung Baru, Punggawan, dan Ketelan.

Sebanyak 51 kelurahan lain sudah mencatatkan kasus, dengan catatan tertinggi ada di Kelurahan Jebres dengan 119 kasus, disusul Mojosongo sebanyak 105 kasus, dan Kadipiro dengan 61 kasus.

Hasil Tangkapan Razia Knalpot Brong Solo Turun Drastis, Sudah Pada Sadar?

Sedangkan kumulatif kasus pada Senin mencapai 965, dengan perincian, 675 pulang/sembuh, 196 isolasi mandiri, 58 rawat inap, dan 36 meninggal dunia. Seorang perempuan berumur 56 tahun asal Kelurahan Pucangsawit menambah daftar pasien meninggal akibat Covid-19 pada Senin (19/10/2020).

“Tambahan pada Senin ini ada 8 orang, perinciannya, uji swab mandiri 4 orang, seorang pasien suspek yang naik kelas, kemudian 3 dari tracing kontak 3 induk kasus,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, dihubungi Espos.

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.

Sembuh Didukung Suntikan Moral

Gawai milik Siti Sulistiowati, 44, berbunyi nyaring pada 13 Juli sore hari. Kala itu, ia berada di rumah bersama suami dan anaknya. Siti mengangkat dan menjawab suara dari balik telepon yang tak asing bagi dirinya. Panggilan telepon itu berasal dari Kepala Puskesmas Sukoharjo, Kunari Mahanani yang memberi kabar tak mengenakkan.

Siti divonis terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab test yang dilakukan pada beberapa hari sebelumnya. Siti diminta menjalani isolasi mandiri di rumah selama 13 hari sampai dinyatakan sembuh. Kala itu, Siti belum percaya seratus persen lantaran kondisi tubuhnya tak bergejala. Dia tak mengalami demam tinggi yang disertai gangguan pernapasan seperti batuk yang tak kunjung sembuh.

Total Hampir 1.000 Warga Solo Positif Covid-19, Tinggal 3 Kelurahan 0 Kasus Corona

Siti tak bisa menyembunyikan rasa cemas bercampur pasrah saat menerima kabar tersebut. “Saya salah satu dari empat tenaga kesehatan (nakes) gelombang pertama yang terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah itu baru muncul nakes-nakes di puskesmas dan rumah sakit yang positif terinfeksi virus corona,” kata dia, saat ditemui Espos di rumah bersalin Puskesmas Sukoharjo di sekitar Pasar Cuplik, Kecamatan Sukoharjo, Senin (19/10/2020).

Siti dinyatakan sembuh oleh gugus tugas pada 19 Juli. Namun, kala itu, dia tetap memilih memperpanjang isolasi mandiri dan tidak berinteraksi dengan orang lain hingga beberapa hari.

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.

Dua Tahun, 419 KPM Lulus dan Mandiri

Sebanyak 3.449 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Solo dinyatakan lulus atau dianggap sudah mencapai kemandirian. Jumlah itu terjadi dalam 2 tahun terakhir dari total 12.000an KPM PKH terdaftar.

Perincian 3.449 itu adalah KPM graduasi mandiri sejahtera sebanyak 419 dan graduasi non komponen atau non eligibel sebanyak 3.030 KPM. Dari ribuan KPM yang sudah mandiri itu, Dinas Sosial (Dinsos) mengusulkan 145 KPM graduasi mandiri sejahtera untuk menerima Bantuan Stimulan Kewirausahaan Sosial.

Dari usulan tersebut, Kementerian Sosial menetapkan bantuan dukungan stimulan sebesar Rp30 juta yang akan diberikan kepada 60 KPM, yang masing-masing menerima senilai Rp500.000. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solo, Tamso, mengatakan salah satu indikasi kemandirian KPM adalah adanya peningkatan kondisi perekonomian KPM selama menerima bantuan PKH.

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.

Rudy Minta Sarana Cuci Tangan Permanen

Pasar Klewer Timur memiliki sarana cuci tangan permanen sebagai fasilitas untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19 pengunjung dan pedagang. Pemerintah Kota Solo berencana menyediakan fasilitas cuci tangan permanen di semua pasar.

Berdasarkan pantauan Espos, Senin (19/10/2020), sarana cuci tangan dibangun di tiga pintu masuk Pasar Klewer Timur. Sejumlah pekerja masih melakukan perawatan gedung di area tersebut sehingga pengunjung dan pedagang pasar belum menggunakan fasilitas tersebut.

Dosen FH UNS Solo Meninggal Positif Covid-19, Begini Kronologinya Menurut Rektor

Lurah Pasar Klewer, Stefanus Edi Murdiarso, menjelaskan pembangunan yang berlangsung ketika pandemi Covid-19 membuat pengelola pasar meminta pelaksana proyek pasar menyediakan sarana cuci tangan permanen. Pengelola pasar dan pedagang pasar akan menambah sarana cuci tangan.

“Selama ini kami mendapatkan bantuan sarana cuci tangan dari sejumlah organisasi dan swadaya para pedagang. Para pedagang gotong royong mengadakan sarana cuci tangan darurat,” katanya.

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom