Harian Umum Solopos edisi Senin (19/11/2018).

Solopos.com, SOLO — Muhammadiyah mengingatkan kerja sama menjadi landasan penting agar sesama anak bangsa tetap peduli dan berbagi sebagai satu tubuh. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Puncak Perayaan Milad ke-106 Muhammadiyah di Pura Mangkunegaran, Solo, Minggu (18/11/2018) malam.

Dia berpesan agar secara kolektif menggelorakan semangat pemikiran dan tindakan nyata untuk saling menolong dan bekerja sama demi kebaikan dan kemajuan Indonesia. Hal itu menjadi semangat serta manifestasi tema besar milad kali ini yaitu Ta’awun untuk Negeri.

Kabar tentang milad ke-106 Muhammadiyah itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (19/11/2018). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan ulasan prestasi yang diraih pemain bulu tangkis Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon. Pada 2018 ini, prestasi Kevin/Marcus dianggap semakin gila.

Tahun Lalu Gila, Tahun Ini Makin Gila

Pencapaian ganda putra bulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, tahun lalu membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, Kevin/Marcus menyabet tujuh gelar juara Superseries (Superseries, Superseries Premier, dan Superseries Final).

Namun, prestasi Kevin/Marcus pada 2017 tersebut ternyata masih kalah dahsyat dengan pencapaian mereka tahun 2018. Pasangan berjuluk Minions tersebut menggenggam gelar ke-8 dalam BWF World Tour setelah menjuarai Hong Kong Open 2018.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, keluhan tentang juru parkir di Taman Parkir Alun-Alun Utara Keraton Solo yang menarik ongkos parkir di luar kewajaran menjadi sorotan utama. Halaman Soloraya di Harian Umum Solopos edisi hari ini juga memuat kabar tentang penetapan linmas di Solo menjadi kader keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Pengunjung Keluhkan Juru Parkir

Sejumlah pengunjung acara Sekaten 2018 mengaku kecewa dengan sikap para juru parkir (jukir) di Taman Parkir Alun-Alun Utara (Alut) Keraton Solo yang bersikukuh menarik tarif parkir di luar kewajaran. Seorang pengunjung Sekaten asal Masaran, Sragen, Wiguna, 38, mengaku diminta membayar uang Rp3.000 saat memarkirkan sepeda motor di Taman Parkir Alut I (halaman Masjid Agung sisi utara), Minggu (18/11/2018) siang.

Dia menganggap tarif parkir itu tak wajar atau terlalu tinggi. Wiguna berpendapat jukir semestinya menarik tarif parkir hanya Rp1.000 atau maksimal Rp2.000/sepeda motor. Wiguna mengaku sempat menolak membayar uang Rp3.000 kepada jukir.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Linmas Dijadikan Kader Keselamatan Berlalu Lintas

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menjadikan komandan peleton (danton) Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di 51 kelurahan dan lima kecamatan di Kota Bengawan sebagai kader keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Mereka diminta menjadi teladan dan mampu menyebarkan virus pentingya keselamatan dan ketertiban jalan.

Pengukuhan kader keselamatan dan ketertiban lalu lintas dilakukan oleh Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, tepatnya di perempatan Ngarsopuro, Minggu (18/11/2018). Wali Kota secara simbolis meresmikan kader keselamatan dan ketertiban lalu lintas dengan cara menyematkan pin di baju lima danton Linmas.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten