Solopos Hari Ini: Miliaran Rupiah Menguap
Koran Solopos edisi Jumat (23/10/2020) mengulas tentang miliar rupiah menguap akibat pandemi Covid-19.

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos hari ini edisi Jumat (23/10/2020) mengulas tentang miliar rupiah menguap akibat pandemi Covid-19.

Pandemi berkepanjangan membuat sektor pariwisata Soloraya terbenam. Miliaran rupiah yang ditargetkan masuk kas daerah terlepas dan membuat keuangan daerah terkontraksi.

Di Solo, miliaran rupiah pendapatan asli daerah (PAD) bersumber dari pajak hotel dan restoran menguap selama Pandemi Covid-19.

Kedua kategori pajak tersebut mayoritas disumbang oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo. Saat Pandemi terjadi, sektor wisata menjadi yang paling banyak terdampak.

Secret Number Comeback 4 November, Apa Persiapan Vine?

Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan, mengatakan jika ditilik dari okupansi hotel yang hanya di angka 30-40%, maka Pemkot kehilangan separuhnya.

“Tahun lalu okupansi hotel itu bisa 70-80%, ini disumbang dari turis kemudian meetings, incentives, conferencing, exhibitions (MICE), dan berbagai agenda wisata yang digelar sepanjang tahun. Sejak Maret lalu benar-benar tidak ada. Nah, harapan kami akhir tahun menggeliat lah. Karena biasanya, okupansi hotel itu melesat di akhir tahun,” kata dia, dihubungi Espos, Kamis (22/10/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Solo Tembus 1.000 Kasus Covid-19

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo mencatatkan tambahan cukup signifikan pada Kamis (22/10/2020). Sebanyak 26 kasus baru tercatat sehingga membuat kumulatifnya mencapai 1.007.

Perinciannya, 703 sembuh/pulang, 207 isolasi mandiri, 59 rawat inap, dan 38 meninggal dunia. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih, mengatakan jumlah kumulatif kasus positif tersebut merupakan hasil dari uji swab sebanyak 16.414 warga sejak 13 Maret hingga Rabu (21/10/2020).

Sehingga, angka positif atau positivity rate Covid-19 di Kota Bengawan mencapai 6,1%. “Naik angka positif ini pada Juli. Sebab sejak Juli hingga sekarang swabnya banyak sekali. Kalau pengen rendah, ya, jangan tracing. Kalau pengen rendah, ya, menunggu pasien suspek yang masuk itu. Jumlahnya tinggi karena kami tracing masif untuk menekan persebaran. Meski, mayoritas asimtomatik dan hanya menjalani isolasi mandiri di rumah,” kata dia, kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

49,36% Klaim Pasien Covid-19 Tidak Sesuai

Peran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kian terlihat di masa pandemi Covid-19. Hal ini tampak saat JKN dioptimalkan dalam pembayaran klaim layanan kesehatan Covid-19. Adanya pandemi ini membuat angka kunjungan pasien ke layanan kesehatan turun. Di sisi lain, ada sebanyak 49,36% pembayaran klaim kasus Covid-19 yang tidak sesuai.

Hal ini mengemuka dalam workshop BPJS Kesehatan pada webinar bertema Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Pandemi Covid-19 di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Kamis (22/10/2020).

Libur Panjang, Garuda Indonesia Beri Diskon Sampai 40%

Pakar Asuransi Kesehatan Universitas Indonesia, Budi Hidayat, menyebut pola pembayaran klaim, BPJS Kesehatan wajib memverifikasi semua berkas klaim yang diajukan fasilitas layanan kesehatan terkait layanan Covid-19.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor BKPPD Ditutup Sepekan

Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kembali menutup sementara operasional Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Solo di lingkungan Balai Kota Solo per Kamis (22/10/2020).

Ini adalah kali kedua kantor di lingkungan Balai Kota itu mengalami lockdown selama masa Pandemi Covid-19. Kepala BKPPD Solo, Nur Hariyani mengatakan penutupan dilakukan menyusul salah satu pegawai di lingkungannya yang dinyatakan positif Corona.

Ia menjelaskan awalnya pegawai tersebut akan menghadiri undangan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Jakarta. Undangan mensyaratkan hasil rapid test atau uji cepat terbaru. “Ternyata hasilnya reaktif, karena itu dilanjutkan uji swab dan hasilnya positif. Kami langsung melaporkan hal itu kepada Sekretaris Daerah (Sekda) yang ditindaklanjuti dengan tracing kontak erat dan dekat,” kata dia, kepada wartawan, Kamis siang.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom