Harian Umum Solopos edisi Kamis (10/10/2019).

Solopos.com, SOLO — Rekomendasi DPP PDIP menjadi rebutan calon kepala daerah. Calon yang berminat mendaftar melalui PDIP namun tak diusulkan DPC bisa menerobos dengan mendaftar ke DPD PDIP Jawa Tengah maupun DPP PDIP.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, tak diusulkan DPC PDIP Solo ke DPP PDIP. PDIP Solo mengusulkan pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa. Namun demikian, Gibran tetap memiliki peluang karena bisa mendaftar ke DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) maupun DPP PDIP langsung.

Kabar tentang dinamika politik menjelang pilkada 2020 itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (10/10/2019). Berita tersebut bisa dibaca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga ada ulasan tentang Partai Demokrat yang menyiapkan AHY menjadi menteri di kabinet Jokowi periode 2019-2024.

PD Siapkan AHY Jadi Menteri

Partai Demokrat (PD) telah mengajukan 14 program prioritas partai kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Program prioritas itu dihasilkan PD dari interaksi dengan masyarakat selama Pemilu 2019.

"Dari hasil interaksi tersebut, kami mengidentifikasi ada 14 program prioritas bagi Partai Demokrat yang merupakan program untuk lima tahun ke depan. 14 Program prioritas tersebut sudah kami komunikasikan kepada pemerintah," kata Waketum PD Syarief Hasan.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan tentang beberapa cakades di Klaten yang raihan suaranya hangus lantaran tak datang di hari pemungutan suara. Ada pula ulasan tentang pencegahan radikalisme di Wonogiri.

Cakades Tak Hadir, Suara Hangus

Sedikitnya delapan calon kepala desa (cakades) memilih tidak hadir pada hari-H pemilihan kepala desa (pilkades), Rabu (9/10/2019). Lantaran tak ada alasan yang jelas, perolehan suara mereka dianggap tidak sah.

Ketidakhadiran mereka jelas menguntungkan pihak lawan. Apalagi jika pilkades hanya diikuti dua kandidat. Seperti yang terjadi di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk; Desa Majegan dan Desa Wunut (Kecamatan Tulung); Desa Baturan dan Desa Katekan (Kecamatan Gantiwarno), Desa Juwiran, Kecamatan Juwiring; serta Desa Gununggajah dan Tegalrejo (Kecamatan Bayat).

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Kasdim: Sempat Ada Warga Berpaham Ekstrem

Kodim 0728/Wonogiri mengajak masyarakat mencegah konflik dan paham radikalisme berkembang di Kota Sukses. Kodim mendeteksi sempat ada warga berpaham ekstrem, tetapi saat ini warga itu sudah mulai menjalankan paham yang benar.

Meski demikian, Kodim terus membina dan mengawasi aktivitasnya. Hal itu terungkap dalam dialog publik tentang konflik sosial dengan tema Mengelola Keberagaman Meneguhkan Keindonesiaan Cegah Konflik dan Radikalisme.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten