Solopos Hari Ini: Mega Minta Rudy Tak Emosional
Harian Umum Solopos edisi Selasa (14/1/2020).

Solopos.com, SOLO — Gibran Rakabuming Raka mendapat lampu hijau dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju menjadi calon wali Kota Solo. Ketua DPC PDIP Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, enggan menanggapi isu yang menyebut rekomendasi DPP PDIP untuk calon wali Kota Solo diberikan kepada Gibran, putra Presiden Joko Widodo.

Lelaki yang akrab disapa Rudy itu menyebut rekomendasi merupakan hak Ketua Umum dan DPP PDIP. "Kalau rekomendasi sudah keluar, ya, mau diapakan? Terserah Ketua Umum dan pengurus. Yang penting tugas saya sesuai Peraturan Partai No. 24/2017 sudah selesai, yang lainnya silakan. Mekanisme fleksibel, ya, sah-sah saja sepanjang rekomendasi yang mengeluarkan DPP dan ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal," kata dia saat berbincang dengan wartawan di Balai Kota Solo, Senin (13/1/2020).

Dinamika politik menjelang Pilkada Solo 2020 masih menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (14/1/2020). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat kabar dari siswi korban intimidasi di SMAN 1 Gemolong Sragen yang tak mau sekolah.

Trauma, Siswi Korban Intimidasi Tidak Masuk Sekolah

Siswi SMAN 1 Gemolong, Sragen berinisial Z, 16, korban intimidasi pengurus Kerohanian Islam (Rohis) memilih tidak masuk sekolah karena trauma. Dia adalah korban intimidasi siswa pengurus Rohis karena tak berjilbab.

Setelah mediasi antara orang tua dan pengurus Rohis pada Senin (6/1/2020) lalu, siswi Kelas X itu berharap masalah itu selesai. Pada Selasa (7/1/2020), Z berangkat sekolah seperti biasa dan berharap bisa belajar dengan nyaman.

Akan tetapi, pada waktu itu ia dipanggil kepala sekolah untuk diberi pengarahan di hadapan para guru. Pada waktu itu, Z merasa takut dan sempat menangis.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar mengenai pemangkasan pohon di lokasi terdampak pembangunan flyover Purwosari Solo. Ada pula ulasan mengenai perdagangan ular di Wonogiri.

Pohon Dipindahkan, Pemangkasan Dikritik

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo tak jadi menebang namun memindahkan 377 pohon yang terdampak pembangunan jalan layang atau flyover Purwosari. Kendati begitu, berdasarkan pantauan Espos di lapangan, deretan pohon turus jalan itu dipangkas hingga percabangannya habis.

Yang tertinggal adalah batang setinggi satu hingga tiga meter dari permukaan tanah. Jenis pohon yang dipindahkan itu di antaranya glodokan, angsana, asam kranji, ketapang, tanjung, bungur, dan ketapang kencana.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Ular Kobra Murah agar Tak Diburu

Setiap pasaran Pon dalam penanggalan Jawa, di selatan Sub Terminal Ngadirojo, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, ada pasar ular. Di sana, sepetak lahan kecil milik warga di dekat jembatan menjadi tempat berkumpul.

Pagi itu, Darmolam, 60, baru saja tiba dari rumahnya di Masaran, Sragen dengan naik bus. Ia selama ini dikenal sebagai pengepul ular. Tepat pukul 08.30 WIB, kedatangannya disambut beberapa penjual ular yang sedari tadi menunggu.

Baca selengkapnya di: E-paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho