Tutup Iklan

Solopos Hari Ini: Masih Berdalih Efek Pandemi, Keramaian Objek Wisata

Situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada hampir semua sektor usaha menjadi alasan klasik kenaikan upah minimum 2022 tidak bisa memuaskan semua pihak.

 Harian Solopos Edisi Senin (25/10/2021).

SOLOPOS.COM - Harian Solopos Edisi Senin (25/10/2021).

Solopos.com, SOLO – Kemenaker sudah memperkirakan kenaikan upah minimum 2022 tidak bisa memuaskan semua pihak. Alasannya, situasi pandemi Covid-19 berdampak pada hampir semua sektor.

Harian Solopos Edisi Senin (25/10/2021) mengusung headline terkait rencana penetapan upah minimun 2022.

Masih Berdalih Efek Pandemi

JAKARTA-Penetapan upah minimum 2022 sudah di depan mata. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengisyaratkan ada kenaikan upah minimum, tetapi tertahan alasan klasik, yaitu kemampuan dunia usaha.

Jauh hari, Kemenaker sudah memperkirakan kenaikan upah minimum 2022 tidak bisa memuaskan semua pihak, tetapi lebih baik dari 2021 di mana tidak terjadi kenaikan upah minimum. Alasannya, situasi pandemi Covid-19 berdampak pada hampir semua sektor.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jamsos Kemenaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan sesuai arahan Menaker Ida Fauziyah, prinsip penetapan upah adalah mewujudkan sistem pengupahan yang berkeadilan bagi seluruh pihak yakni untuk mencapai kesejahteraan pekerja/buruh dan tetap memperhatikan kemampuan perusahaan dan kondisi perekonomian nasional.

Baca Juga: Jelang Pembahasan UMK 2022, Dewan Pengupahan Sragen Dirombak

“Jadi tak hanya berpikir kesejahteraan pekerja atau buruh, tapi juga berpikir atau memperhatikan kemampuan perusahaan sehingga kelangsungan bekerja dapat terjaga, dengan demikian dapat mendorong perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (23/10/2021).

Putri menjelaskan jelang penetapan upah minimum 2022, Kemenaker menggelar dialog bersama Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) dan Badan Pekerja Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (BP LKS Tripnas) di Jakarta.

Dialog selama dua hari, 21-22 Oktober 2021, digelar sebagai persiapan dan penyamaan pandangan khususnya mengenai mekanisme penetapan upah minimum. Menurut Putri, ini sejalan dengan berlakunya Undang Undang (UU) No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 36/2021 tentang Pengupahan.

Baca Juga: Bantuan Subsidi Upah Rp1,8 Juta untuk Guru Hononer Sudah Cair Hlo, Ini Cara Ceknya

“Dalam pertemuan ini dibahas mengenai hal hal strategis yang perlu disiapkan untuk penetapan upah minimum dan isu-isu yang berkembang terkait penetapan upah minimum,” katanya.

Masih di halaman depan, Harian Solopos menyajikan berita terkait adanya kongkalikong antara perusahaan pinjaman online (pinjol) resmi dengan pinjol ilegal.

Hukum Kongkalikong Pinjol Resmi dan Ilegal!

JAKARTA —Polisi menemukan aksi kongkalikong antara penyelenggara pinjaman online (pinjol) resmi dan pinjol ilegal dalam praktik mereka. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) meminta mereka dihukum berat.

Polisi mengungkapkan praktik kongkalikong pinjol ilegal dengan pinjol resmi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

”Pinjaman online ilegal ini adalah satu perusahan dengan pinjaman online legal tadi. Jadi pinjaman online legal hanya etalase depannya saja,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Auliansyah Lubis, dikutip Bisnis dari Tempo, Jumat (22/10/2021) lalu.

Baca Juga: Terkuak! Ada Peran WNA di Balik Pinjol Ilegal di Jateng

Auliansyah mengatakan penyelenggara pinjol resmi memakai atau membuat layanan pinjol ilegal untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Afiliasi ini seperti aksi gurita.

“Ketika si nasabah tidak bisa membayar di pinjaman online legal, dia akan menawarkan nasabah untuk meminjam kepada pinjaman online lainnya, dan ini adalah yang ilegal,” kata Auliansyah.

Auliansyah mengatakan pinjol ilegal mendapatkan data calon nasabah dari pinjol resmi. Caranya, saat masyarakat meminjam di pinjol resmi, mereka diminta untuk menyetujui syarat bahwa aplikasi tersebut boleh mengakses kontak di ponsel nasabah.

Baca Juga: 4 Tersangka Pinjol Ilegal Dijerat Pasal Pornografi

Masyarakat lantas menyetujui syarat tersebut dengan mengklik tombol Yes. “Maka tersedotlah kontak yang ada di handphone nasabah yang tadi meminjam,” kata Auliansyah.

Menurut Auliansyah, kasus ini ditemukan dari perusahaan pinjol ilegal yang dibongkar oleh Polda Metro Jaya. Dia tidak menyebut semua pinjol resmi melakukan hal serupa seperti di kasus yang ditanganinya.

Polda Metro Jaya telah mengungkap lima perusahaan pinjol ilegal. Total terdapat 13 tersangka yang ditangkap.

Sementara di halaman Soloraya, Harian Solopos menyajikan headline terkait keramaian pengunjung di sejumlah destinasi wisata.

Keramaian di Destinasi Wisata

SOLO-Sesaat setelah penerapan kebijakan pelonggaran pengunjung, jumlah kunjungan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) meningkat.

Pada Minggu (24/10/2021) siang, jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 2.500 orang. Berdasarkan pantauan Espos, Minggu siang, lokasi parkir di area TSTJ terlihat penuh. Baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Bahkan sejumlah kendaraan juga terparkir di sisi dalam area TSTJ. Sementara sejumlah pengunjung yang jamaknya adalah rombongan keluarga juga terlihat berada di loket masuk hingga bagian dalam Solo Zoo.

Baca Juga: Ingin Dolan ke TSTJ Solo? Pengunjung Wajib Perhatikan Sejumlah Hal ini

Hal yang sama juga tampak di Taman Balekambang. Ratusan orang tampak mengantre di depan pintu masuk taman untuk menyaksikan Event Seni Budaya Taman Balekambang. Setelah tak ada batasan usia, kunjungan ke taman itu meningkat dibandingkan sebelumnya.

Pada hari biasa, jumlah kunjungan per hari antara 150-250, namun setelahnya menyentuh 1.000-an orang. Bahkan pada Sabtu (23/10/2021), jumlah pengunjungnya mencapai 1.451 orang.

Keramaian pengunjung di TSTJ sudah terlihat sejak hari pertama pemberlakuan kunjungan tanpa batasan usia, Rabu (20/10/2021) lalu. Pada Rabu, jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 1.200 orang.

Baca Juga: TSTJ Solo Penuh Pengunjung, Pengelola Harus Kerja Keras Pecah Kerumunan


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Hasil Survei Pilpres Terbaru: Anies Teratas, Ganjar & Puan Turun

Hasil survei IPO terbaru terkait tingkat elektabilitas tokoh yang dikaitkan Pilpres 2024 menyatakan Anies Baswedan berada di urutan teratas, mengungguli Ganjar Pranowo.

Menko Airlangga Beri Apresiasi ke TNI dan Polri, Ini Alasannya

Terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia tidak terlepas dari akselerasi vaksinasi yang dilakukan dengan melibatkan TNI dan Polri.

Survei IPO Terbaru: Kepuasan pada Kinerja Presiden Jokowi Kian Turun

Hasil survei Indonesia Political Opinion atau IPO menyebutkan kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus mengalami penurunan.

Cek Ya! Lihat Komet Leonard Selama Desember Ini Tanpa Bantuan Alat

Komet C/2021 A1 atau dikenal dengan Komet Leonard akan kelihatan di Indonesia sepanjang Desember 2021.

Terungkap! Ini Modus Pasutri Buka Panti Pijat Plus-Plus di Tangerang

Polda Banten mengungkap sindikat prostitusi berkedok panti pijat yang dibuka pasutri dan sudah beroperasional selama 5 tahun di ruko Tangerang.

10 Berita Terpopuler: Harga Tanah-Rumah Colomadu Tinggi-Geger Siskaeee

Kabar harga tanah dan rumah tinggi, khususnya di Kecamatan Colomadu dan ulah Siskaeee di Bandara YIA menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Sabtu (4/12/2021).

Menolak Dikawal, Jenderal Hoegeng: Kalau Mau Mati Ya Mati

Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sempat memujinya dengan berkata,"Hanya ada 3 polisi jujur di negara ini yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng".

Sejarah Hari Ini : 4 Desember 1829, Inggris Larang Ritual Sati di India

Berbagai peristiwa penting terjadi pada 4 November salah satunya pelarangan ritual Sati seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Resmi, Polri Larang Kerumunan Natal dan Tahun Baru 2022

Jika dalam penerapan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 ada temuan pelanggaran maka petugas akan melakukan pembinaan hukum.

Partai Gerindra Bukan Partai Kos-Kosan, Maksudnya?

Muzani mengatakan, Jawa Barat telah menjadi "kandang" Prabowo dan Gerindra sejak Pemilu 2014-2019.

Bangga, Kolam Selam Terdalam se-Asia Tenggara Ternyata Milik Kopassus

Kolam yang biasa digunakan berlatih pasukan katak (Paska) Kopassus ini mempunyai kedalaman 16 meter.

Imigrasi Bandara Soetta Tolak 19 WNA, Ini Penyebabnya

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta, menolak 19 WNA yang akan masuk ke wilayah Indonesia.

Tengok Haji Lulung, Zulhas: Persaudaraan di Atas Politik

Kedatangan Zulhas dan Eko Patrio ini disambut bahagia oleh Haji Lulung dan keluarga.

Surat Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK sebagai ASN Polri Terbit

Setelah Perpol terbit, pengangkatan 57 eks pegawai KPK menjadi ASN Polri masih perlu disosialisasikan sebelum resmi menjadi ASN.

Mantap! Polda Kalsel Ringkus Mafia Tanah

Ada pihak yang mengaku sebagai pemilik sah tanah dengan menunjukkan dokumen asli dan tidak pernah memberikan kuasa jual kepada kedua tersangka

4 Desember 2021 Ada Super New Moon, Apakah Itu?

Gerhana Matahari Total adalah fenomena yang terjadi ketika Bulan menutupi matahari sepenuhnya sehingga menimbulkan bayangan di Bumi, baik sepenuhnya atau sebagian menghalangi cahaya Matahari di beberapa daerah.