Harian Umum Solopos edisi Senin (27/1/2020).

Solopos.com, SOLO — Stadion Manahan Solo ditetapkan menjadi satu dari enam stadion yang bakal menjadi tempat pertandingan atau venue Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia. Konsekuensinya, kawasan itu harus steril.

Pedagang kaki lima selter Manahan harus angkat kaki. Berdasarkan kunjungan lapangan yang dilakukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diminta melakukan sejumlah pembenahan.

Kabar tentang sterilisasi Stadion Manahan Solo itu menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (27/1/2020). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat ulasan mengenai usulan penghentian perekrutan tenaga honorer di lingkungan pemda.

Anggota DPR Minta Pemda Setop Rekrut Tenaga Honorer

Puluhan wakil tenaga honorer dari Jawa Tengah dan Jawa Timur mengadukan rencana pemerintah penghapus pegawai itu kepada anggota Komisi II DPR Paryono. Paryono meminta pemerintah daerah menyetop pengangkatan tenaga honorer.

Mereka menemui Paryono di rumahnya di Karanganyar, Sabtu (25/1/2020), untuk mengadukan nasib setelah pemerintah berencana menghapus tenaga kerja non-PNS itu. Koordinator Tenaga Honorer Wilayah Jateng, R. R. Dian Chandra Sari, mempertanyakan rencana pemerintah itu.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloaya, ada kabar mengenai info lalu lintas terbaru di Kota Solo. Ada pula kabar dari pembubaran ratusan koperasi di Sukoharjo.

Sistem Dua Arah Berlaku 24 Jam

Sistem dua arah yang diberlakukan di Jl. Honggowongso, Solo, berlaku 24 jam. Sistem ini diyakini akan menambah kepadatan lalu lintas di ruas jalan itu.

Pemberlakuan sistem dua arah ini merupakan dampak pembangunan jalan lintas atas Purwosari. Sistem dua arah di Jl. Honggowongso berlaku dari simpang empat Pasar Kembang hingga Ngapeman.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo Bubarkan 373 Koperasi

Sebanyak 373 koperasi di Kabupaten Sukoharjo dibubarkan karena tidak aktif atau merupakan koperasi bodong. Belasan unit koperasi lainnya saat ini dalam pengawasan ketat Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sukoharjo.

Belasan unit koperasi tersebut juga bisa ditutup atau dibubarkan. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia operasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sukoharjo, Herdis Kurnia Wijaya, mengatakan ratusan koperasi dibubarkan karena tidak aktif.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten