Solopos Hari Ini: Kuliner Anjing Masih Marak
Solopos Hari Ini edisi Senin (28/9/2020) mengulas tentang masih maraknya kuliner daging anjing di Soloraya. (Tim Solopos)

Solopos.com, SOLO--Solopos Hari Ini edisi Senin (28/9/2020) mengulas tentang masih maraknya kuliner daging anjing di Soloraya.

Daging anjing masih diperjualbelikan secara bebas di Soloraya, termasuk di Karanganyar yang sudah menerapkan larangan. Sempat diminta ganti pekerjaan, namun sebagian kembali menjajakan kuliner ekstrem itu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar sudah membuat peraturan bupati (Perbup) perihal konsumsi daging hewan nonpangan.

Perbup yang dimaksud No.74/2019 tentang Pengawasan Kesehatan Masyarakat Veteriner di Rumah Potong Hewan dan Penjualan Produk Daging dari Hewan. Pada Perbup itu mengatur pengawasan kesehatan masyarakat veteriner, menjamin peredaran daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), dan pedoman pelaku usaha dalam pemotongan hewan dan penyediaan pangan dari hewan. Perbup juga mengatur tentang larangan, sanksi administrasi, dan pelaporan.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Masih Sayang, Ini 6 Tanda Mantan Kekasihmu Masih Belum Move On

Hijrah, SMAN 2 Solo Ubah Sejarah

Rencana pemindahan SMAN 2 Solo dari wilayah Kecamatan Banjarsari ke wilayah Kecamatan Pasar Kliwon mendapat sambutan gembira dari masyarakat Pasar Kliwon.

Mereka menganggap bahwa pemindahan tersebut merupakan solusi untuk mengakomodasi siswa lulusan SMP khususnya yang berasal dari Pasar Kliwon agar mereka bisa sekolah negeri di kotanya sendiri.

Berbeda dengan warga Pasar Kliwon yang menyambut gembira “kedatangan” SMAN 2 Solo ke wilayah mereka, para alumni justru enggan eks sekolah mereka berpindah tempat.

Prihandono, salah satu alumni angkatan 1988 berterus terang bahwa ia tidak setuju dengan rencana pemindahan tersebut. Sebab SMAN 2 memiliki sejarah yang panjang di lokasi yang ditempati saat ini.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Janda Bolong Ditawarkan Hingga Ratusan Juta Rupiah, Apa Keistimewaannya?

2 Hari, Klaster Keluarga Bermunculan

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo mencatat tambahan 37 kasus baru selama dua hari pada Sabtu-Minggu (26-27/9/2020). Tambahan pada Sabtu sebanyak 16 orang dan Minggu sebanyak 11 orang.

Angka tersebut membuat kumulatif kasus Covid-19 di Kota Bengawan mencapai 661 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menyebut sebagian dari tambahan kasus pada Sabtu-Minggu itu disumbang dari Klaster Keluarga.

Penjabarannya, tambahan kasus pada Sabtu yang berjumlah 16 orang, 9 di antaranya disumbang dari tracing kontak 4 induk kasus, 3 pasien suspek yang naik kelas dari kasus konfirmasi, dan 4 dari warga yang menjalani uji swab mandiri. “Sebanyak 9 tambahan dari tracing kontak, 5 di antaranya adalah ekor dari satu indeks kasus. Seorang warga asal Kelurahan Gajahan yang sebelumnya pasien suspek lalu terkonfirmasi positif. Nah, ekornya ada 3 keluarga dan 2 tetangga. Sehingga total kasus dari ini berjumlah 6 orang, termasuk induk kasusnya,” kata dia

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Virtual Campaign Box, Cara Aman Gibran Berkampanye Aman

Perangkat virtual campaign box atau kotak kampanye virtual Gibran Rakabuming Raka masih dalam tahap trial atau uji coba fungsi saat dioperasikan di wilayah RW 015 Kampung Bonorejo, Nusukan, Banjarsari Solo, Sabtu (26/9/2020) sore.

Saat ini Gibran dan tim baru memiliki satu unit kotak kampanye virtual yang digunakan untuk berinteraksi dengan warga selama masa kampanye Pilkada 2020. Cawali Solo yang diusung PDIP itu akan mengoperasikan lima kotak kampanye virtual.

Ke lima kotak itu akan ditempatkan di lima wilayah kecamatan di Kota Bengawan. “Iya ini baru satu unit dan masih tahap uji coba. Rencananya nanti ada lima kotak kampanye virtual,” ujar Candra Wisnu, teknisi pembuat kotak kampanye virtual.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom