Solopos Hari Ini: Komitmen Cegah Covid-19
Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (25/9/2020) mengulas tentang komitmen cegah Covid-19 dalam Pilkada 2020.

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (25/9/2020) mengulas tentang komitmen cegah Covid-19 dalam Pilkada 2020.

Kontroversi keputusan pemerintah dan DPR menyelenggarakan pilkada di tengah pandemi menjadi peringatan bagi pasangan calon kepala daerah.

Di Soloraya, tak ada pengerahan massa dalam pengundian nomor seperti saat pendaftaran belum lama ini. Di Klaten, tiga pasangan calon (paslon) di Pilkada Klaten berkomitmen menaati protokol pencegahan Covid-19 selama masa kampanye, 26 September 2020-5 Desember 2020. Masing-masing paslon telah menandatangani pakta integritas menaati protokol pencegahan Covid-19 pasamemperoleh nomor urut pengundian di KPU Klaten, Kamis (24/9/2020).

Masing-masing paslon yang akan bertarung di Pilkada 2020 di Klaten, yakni paslon nomor urut 1, Sri Mulyani-Yoga Hardaya (Mulyo); paslon nomor urut 2, One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI); dan paslon nomor urut 3, Arif Budiyono (ABY)-Harjanta (HJT).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Erick Thohir: Pemerintah Perkuat Upaya Penanganan Covid-19

Klaim Kemenangan dari Nomor Undian

Persaingan pilkada serentak telah dimulai. Aroma persaingan langsung menyeruak saat 11 pasangan calon (paslon) yang akan bertarung di Soloraya mendapatkan nomor urut.

Situasi ini sangat terasa di Klaten, daerah dengan jumlah paslon terbanyak di Soloraya. Saat memegang nomor urut, masing-masing paslon sudah mengklaim merasa sebagai pemenang Pilkada 2020.

Di Solo, pasangan cawali-cawawali Solo yang diusung PDIP, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa mendapat nomor urut 01. Sedangkan rival mereka, pasangan dari jalur perseorangan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) mendapatkan nomor urut 02.

Masing-masing kubu mengaku tak mempermasalahkan nomor urut mereka. Seperti disampaikan Bagyo Wahyono saat diwawancara wartawan seusai pengundian. Menurut dia nomor urut 02 merupakan simbol kemenangan atau kejayaan. Sebab nomor 02 dilambangkan dengan dua jari tangan yang membentuk huruf “V”.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Klaster Perkantoran Jebres Berkembang

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo kembali mencatat penambahan kasus Covid-19 dari klaster perkantoran yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Jebres. Sebanyak 3 rekan kerja dari ekor kasus induk diketahui ikut tertular virus SARS CoV-2. Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan total kasus dari klaster tersebut berjumlah 11 orang. Satu kasus induk ini diketahui saat seorang pekerja di kantor itu merasa tidak enak badan.

“Jadi, gejalanya tidak berat atau berasal dari pasien rawat inap. Dia kemudian langsung jadi suspek, diuji swab dan hasilnya positif. Lalu, dilanjutkan tracing kontak dengan hasil pada lapis pertama itu 2 dari keluarga dan 4 dari rekan kerja. Lanjut tracing lapis kedua hasilnya 3 terkonfirmasi positif,” kata dia, saat dihubungi Espos, Kamis (24/9/2020) petang.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Dukung Penanganan Pandemi Covid-19, Coca-Cola Serahkan Bantuan Satu Unit Ambulans Kepada PMI

Hendak Aksi Hari Tani, Mahasiswa Ditangkap

Polresta Solo membubarkan aksi long march Peringatan Hari Tani Nasional dan September Hitam dari SPBU Manahan hingga Gedung DPRD Solo, Kamis (24/9/2020) siang.

Pembubaran itu lantaran polisi sudah menolak pengajuan izin aksi itu dengan alasan masih pandemi Covid-19. Selain membubarkan massa, polisi juga menangkap sejumlah orang yang ditengarai sebagai provokator.

Salah satu peserta aksi, Blowor, mengatakan aksi tersebut salah satunya bertujuan menggagalkan omnibus law yang menguntungkan korporasi besar.

Menurutnya, pembubaran massa aksi Hari Tani itu tanpa peringatan terlebih dahulu. Padahal, ia menegaskan aksi itu tanpa ada niatan merusuh atau pun merusak fasilitas umum.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom