Tutup Iklan
Solopos Hari Ini: Klaster Solo Menyebar
Harian Umum Solopos edisi Rabu (15/7/2020).

Solopos.com, SOLO – Kasus pasien Covid-19 penjual tahu kupat menjadi klaster baru di Kota Solo. Sembilan orang kontak erat dan dekat penjual tahu kupat di timur Rumah Sakit Kasih Ibu (RSKI) Solo itu terkonfirmasi positif Covid-19, Selasa (14/7/2020).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, pedagang itu memiliki warung yang berimpitan dengan pagar sebelah timur RSKI. Ia memiliki KTP Purwosari, Solo. Namun, sejak empat tahun lalu berpindah domisili ke Sukoharjo.

Dari sembilan kontak yang terkonfirmasi positif, ada di antaranya warga Solo sehingga dicatat dalam data gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo. Selebihnya berasal dari kabupaten sekitar Solo yakni Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Sukoharjo.

Mereka terdiri atas berbagai kalangan mulai dari anggota keluarga, pelanggan, pedagang sekitar, karyawan RSKI, hingga pengemudi becak yang kerap nongkrong di lokasi itu.

Berita selengkapnya mengenai klaster penjual tahu kupat di Solo bisa dibaca di Harian Umum Solopos edisi Rabu (15/7/2020). Berita juga bisa dibaca di E-Paper Solopos.

Di halaman Berita Utama ada berita Dewan Kehormatan Universitas Gadjah Mada (DK UGM) merekomendasikan agar gelar doktor ilmu budaya Rektor Universitas Negeri Semarang, Fathur Rokhman, dicabut.

Rekomendasi ini dikeluarkan DK UGM setelah menemukan bukti plagiarisme yang dilakukan Fathur Rokhman dalam disertasinya saat menempuh program S3 di UGM. Espos mendapatkan salinan rekomendasi DK UGM itu dari sebuah sumber.

Berita selengkapnya mengenai kasus plagiarisme Rektor Universitas Negeri Semarang ini dibaca di E-Paper Solopos.

Taman Jaya Wijaya Ditutup

Di halaman Soloraya, ada berita dari Kota Solo yakni terkait status Mojosongo sebagai zona merah. Merespons hal itu, Wali Kota Solo akan menutup Taman Jaya Wijaya. Penutupan itu lantaran kawasan taman masih ramai dikunjungi baik pagi maupun malam hari.

Penutupan menjadi solusi akhir apabila warga nekat mengabaikan protokol kesehatan. Terlebih, Kelurahan Mojosongo menjadi salah satu zona merah di Kota Bengawan.

Hingga, Senin (11/7/2020), tercatat ada 11 kasus pasien terkonfirmasi positif dengan perincian seorang meninggal dunia, lima dirawat inap, dan lima lainnya sembuh. Kasus di Kelurahan Mojosongo menjadi yang terbanyak kedua setelah Kelurahan Jebres.

Berita mengenai penutupan Taman Jawa Wijaya bisa dibaca selengkapnya di E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho