Kategori: Nasional

Solopos Hari Ini: Klaster Sekolah Merebak, Tunda Dulu Tatap Muka


Solopos.com/Tim Solopos

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (13/11/2020) mengulas tentan klaster sekolah merebak, tunda dulu tatap muka.

Kasus-kasus Covid-19 di lingkungan sekolah atau kalangan guru bermunculan di Soloraya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah pun meminta pembelajaran tatap muka (PTM) ditunda.

Menyusul kasus di SMAN 1 Polokarto dan SMAN 2 Wonogiri, seorang guru di SMKN 6 Gatak, Sukoharjo juga positif Covid-19.

Guru tersebut terkonfirmasi positif Corona dari kontak erat kasus tenaga kesehatan (Nakes) rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Solo. Gara-gara satu guru positif tersebut, 12 guru lainnya terpaksa diswab.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan saat ini kondisi sekolah telah ditutup sementara waktu atau dilockdown. Hal ini menunggu hasil uji swab 12 guru di SMKN 6 Gatak yang menjadi kontak erat kasus guru terkonfirmasi positif Corona.

"Kasus Corona untuk guru SMK N 6 di Gatak ini sudah kita tracing. Hasilnya ada 12 guru yang menjadi kontak erat, dan semuanya diswab," katanya ketika berbincang dengan Solopos.com, Kamis (12/11/2020).

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.

Girpasang, Terlindung Meski Dekat Puncak Merapi

Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten merupakan perkampungan terpencil di lereng Gunung Merapi. Kampung itu berada di punggung bukit dan terpisahkan sepasang jurang dengan perkampungan lainnya di Tegalmulyo.

Akses utama menuju Girpasang melalui anak tangga yang meliuk-liuk di tepian jurang. Untuk memudahkan aktivitas warga mengangkut barang, gondola dibangun sekitar 2017 lalu melintasi jurang berkedalaman 150 meter pada seling baja sepanjang 137 meter. Gondola itu terhubung dari Dukuh Ngringin.

Girpasang berada di sisi timur Gunung Merapi. Ditarik garis lurus, Girpasang berjarak 4-5 km dari puncak gunung tersebut. Meski berjarak sekitar 5 km dari puncak Merapi, warga di kampung itu belum mendapatkan rekomendasi untuk mengungsi seiring kenaikan status Merapi ke level siaga.

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.

PKL Ngotot Punya Izin Jualan

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) bermobil di sekitar Pasar Klewer ngotot mengantongi izin berjualan di kawasan yang dilarang. Izin itu dikeluarkan oleh oknum yang mengaku menguasai wilayah Pasar Klewer dan sekitarnya. Mereka membayar sejumlah uang dan mendapatkan surat jaminan aman dari razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pungutan tersebut bisa dibayar cicil atau lunas langsung dalam setahun.

Salah seorang PKL bermobil, TS, mengaku sudah berjualan selama tiga tahun. Warga Pekalongan itu dimintai pungutan senilai Rp3 juta, namun baru membayar Rp1 juta kepada oknum tersebut.

“Saya jualan karena diajak teman saya. Katanya biar aman dari razia dan lolos, harus membayar Rp3 juta per tahun. Saya sudah membayar Rp1 juta kepada perempuan berinisial A itu,” kata dia, kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.

Pengusaha Garmen Bikin Aplikasi Ifesyen

Sejumlah pengusaha tekstil dan teknologi informasi (TI) membuat terobosan baru dengan meluncurkan platform berbasis situs dan aplikasi bertajuk Ifesyen. Platform berbasis Android ini mempertemukan pelaku usaha business to business (B2B) pada sektor fesyen seperti pakaian, sepatu, homedecor sampai aksesoris.

Salah satu pendiri IFesyen, Liliek Setiawan, mengatakan platform ini diinisiasi oleh sejumlah tokoh, yakni Andy Hartawan, Denna Rainyana, Ochan Kurniasaputra, dan dirinya.

“Platform Ifesyen mengutamakan semua pelaku usaha nasional dengan mengedepankan para produsen untuk dapat melayani pasar nasional dan internasional. Semangatnua untuk menjadikan produk dan jasa Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar dia, kepada Espos, Kamis (12/11/2020).

Baca selengkapnya di E-paper Solopos.

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati