Harian Umum Solopos edisi Senin (20/1/2020).

Solopos.com, SOLO — Tim hukum Partai Demokrasi Indonesia Perjuanganmempersoalkan kembali upaya penggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rencana penggeledahan Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) terkait dugaan suap yang menyeret komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan calon anggota legislatif PDIP Harun Masiku.

KPK juga menahan sejumlah orang dalam kasus itu. Tim hukum DPP PDIP mempertanyakan jika KPK akan menggeledah DPP PDIP, alat kejahatan apa yang ingin disita.

Kabar terbaru tentang polemik upaya penggeledahan Kantor DPP PDIP oleh KPK itu menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (20/1/2020). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat dinamika politik menjelang Pilkada Solo 2020.

Purnomo Sindir Pendompleng di Penjaringan

Pasangan calon wali kota-calon wakil wali kota Solo yang diusung DPC PDIP Solo, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa (Puguh), menghadiri tiga deklarasi dukungan dari masyarakat Kota Bengawan, Minggu (19/1/2020).

Kegiatan pertama berlangsung pukul 06.00 WIB di depan Kantor Kelurahan Serengan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dengan puncak acara penyampaian dukungan.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai kebiasaan buruk pembuang sampajh sembarangan di kawasan Pasar Gede, lokasi yang dipadati penikmat lampion. Ada pula ulasan mengenai wisata di Karanganyar.

Penikmat Lampion Buang Sampah Sembarangan

Banyak sampah plastik dan kemasan makanan di kawasan Pasar Gede. Sampah-sampah itu dibuang secara sembarangan oleh warga yang menikmati lampion.

Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, Y.F. Sukasno, prihatin dengan perilaku membuang sampah secara sembarangan yang dilakukan para penikmat lampion di kawasan Pasar Gede dan sekitarnya. Lampion tersebut menjadi atraksi menarik perhatian masyarakat pada malam hari.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Pemerintah Berdayakan Daerah Wisata Penyangga

Pemerintah pusat akan mengucurkan dana ratusan miliar rupiah untuk Kabupaten Karanganyar sebagai daerah penyangga kawasan wisata Candi Borobudur yang ditetapkan pemerintah sebagai destinasi super prioritas. Informasi itu mengemuka saat sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Ddaerah (RPJMD) Kabupaten Karanganyar 2018-2023 di Puri Kencono Ballroom Hotel Lorin pada Senin, 23 Desember 2019.

Saat itu, Kepala Badan Perencanaan PembangunanDaerah Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Ari Wibowo, menyampaikan Peraturan Presiden No. 79/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan; Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung, dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten