Solopos Hari Ini: Bengawan Solo Kian Pekat, Kanjeng Pangeran Untuk Gibran

Berita utama Koran Solopos hari ini membahas keluhan warga di sekitar Bengawan Solo di Sragen menyebut air sungai itu kian kotor, bikin gatal dan mengeluarkan bau menyengat.

 Koran Solopos edisi hari ini, Selasa (21/9/2021). (dok)

SOLOPOS.COM - Koran Solopos edisi hari ini, Selasa (21/9/2021). (dok)

Solopos.com, SOLO — Pencemaran lingkungan yang terjadi di sungai terpanjang di Jawa, Bengawan Solo, masih saja terjadi. Sejumlah warga di daerah yang dilintasi sungai ini merasakan kotornya air dan bau tak sedap yang keluar darinya. Di antaranya dirasakan warga di pinggiran Bengawan Solo di Sragen.

Berita mengenai pencemaran Bengawan Solo ini kembali diulas Koran Solopos hari ini, Selasa (21/9/2021) sebagai topik utama. Selain itu ada pula berita tak kalah menarik lain yang bisa diakses di Koran Solopos hari ini. Berikut beberapa cuplikan beritanya:

Bengawan Solo Kian Pekat

SRAGEN—Pencemaran air Bengawan Solo kian dirasakan warga. Masyarakat yang tinggal di dekat Bengawan Solo, tepatnya di Desa Katelan, Tangen, Sragen, mengeluhkan bau limbah yang menyengat dalam beberapa pekan terakhir.

Sumber bau itu berasal dari air Bengawan Solo yang tercemar limbah. Belum diketahui dari mana sumber pencemaran air itu. Pencemaran limbah itu membuat air sungai berwarna hitam pekat dan berbau menyengat.

”Baunya sangat menyengat dan tidak enak. Biasanya bau tercium tiap sore mulai pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB. Bau itu tercium sampai ke rumah-rumah warga hingga membuat kami merasa terganggu,” papar Sri Wahono, warga setempat kepada Espos, Senin (20/9/2021).

Sri Wahono menilai pencemaran air Bengawan Solo sangat merugikan warga. Menurutnya, sebelumnya banyak warga yang memanfaatkan air sungai untuk memancing ikan, memberi minum ternak, mandi, hingga mencuci. Sejak air sungai tercemar, warga tidak berani memanfaatkan air itu.

Jika air hitam pekat itu terkena kulit, kata Sri Wahono, akan terasa gatal. Sejumlah ikan juga mati yang diduga keracunan akibat limbah tersebut. ”Warga mendesak supaya perusahaan yang biasa membuang limbah ke sungai itu ditindak oleh pemerintah,” ucapnya.

Kanjeng Pangeran untuk Gibran

SOLO—Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mendapat gelar Pangeran dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Lengkapnya adalah Kanjeng Pangeran atau K.P. Gibran Rakabuming Widura Nagoro.

Pengageng Parentah Keraton Solo, K.G.P.H. Dipokusumo atau Gusti Dipo, mengatakan pemberian gelar merupakan tata cara adat tradisi dari keluarga Keraton bagi tokoh yang memiliki kedudukan, pengaruh, dan kepedulian terhadap Keraton.

“Salah satunya ya pejabat, yaitu Wali Kota Solo yang mendapat gelar dari Sinuhun. Asmane Kanjeng Pangeran Gibran Rakabuming Widura Nagoro,” kata dia kepada wartawan, Senin (20/9/2021).

Arti dari nama dan gelar pangeran untuk Gibran tersebut, menurut Dipo, adalah sebagai panutan. “Tahu kan Widura? Itu tokoh wayang Mahabharata, cagar budaya dunia. Semoga menjadi pemimpin yang bisa ngayomi, ngayemi masyarakat. Intinya begitu,” ungkapnya.

Penganugerahan gelar disampaikan Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, S.I.S.K.S. Paku Buwono (PB) XIII di Bangsal Parasdyo.

Ganjar Terancam Sanksi PDIP

JAKARTA—PDIP mengancam memberikan sanksi disiplin kepada anggota partai yang mendeklarasikan atau dideklarasikan menjadi calon
presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) 2024.

Ancaman partai banteng ini muncul beberapa hari setelah bergemanya deklarasi dukungan untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk maju di pemilu presiden (pilpres) 2024. ”Sikap partai sangat jelas bahwa keputusan terkait dengan capres dan cawapres berdasarkan keputusan Kongres V dimandatkan kepada ketua umum partai,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Senin (20/9/2021).

Hasto mengatakan keputusan Kongres V PDIP itu berkaitan segala keputusan soal pilpres 2024 yang akan ditentukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. PDIP menegaskan akan memberikan sanksi, bahkan kepada kader yang didukung untuk maju di pilpres 2024 meski kader tersebut tidak menyebutkan dirinya akan maju sebagai capres atau cawapres.

”Dalam hal ada anggota PDI Perjuangan yang menyebutkan terlebih dahulu calon presiden dan calon wakil presiden, termasuk melalui relawan, sebelum keputusan resmi partai, maka partai akan memberi sanksi disiplin,” ucapnya.

Berbagai berita pilihan yang dimuat di Koran Solopos Hari Ini bisa Anda simak di Espos Premium.


Berita Terkait

Berita Terkini

Dewan Pers Minta MK Tolak Uji Materi UU Pers

Dewan Pers berhadap Mahkamah Konstitusi (MK) menolak judical review atau uji materi Undang-undang No.40/1999 tentang Pers.

Kronologi Versi MTs Harapan Baru Ciamis, Berawal dari Siswa Terpeleset

Pihak MTs Harapan Baru Ciamis menyebut kronologi 11 siswa tenggelam berawal dari siswa terpeselet dan temannya mencoba membantu saat berada di tepi Sungai Cileueur.

Olala... Nenek Ini Shock Berat Kejatuhan Meteorit di Tempat Tidurnya

Batu tersebut tidak mengenai tubuh tapi tetap saja banyak berserakan puing-puing di wajah dan tubuh si nenek akibat hantaman or tak diundang tersebut.

Giliran Anak, KPK Tangkap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

KPK menangkap anak mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, yakni Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Jumat, 15 Oktober 2021 malam.

Kasus Bullying Siswa SD di Jepara, Disdikpora: Sudah Damai

Masalah aksi bullying siswa SD di Jepara yang vidoenya viral dinyatakan sudah selesai oleh Disdikpora Jepara.

Siswa SD di Jepara Jadi Korban Bullying, Reaksi Ortu Pelaku Bikin Emosi

Video seorang siswa SD di Jepara yang jadi korban bullying teman sekelasnya viral di twitter.

Ada Campur Tangan Pemancing di 2 Tragedi Susur Sungai Ciamis dan Sempor

Kisah pemancing menyelamatkan peserta susur Sungai Cileueur, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat juga terjadi saat tragedi susur Sungai Sempor di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tragedi Susur Sungai Sempor Terulang, Tahun Lalu 10 Siswa Meninggal

Tragedi susur sungai yang menyebabkan 10 siswa SMPN 1 Turi Sleman meninggal 1,5 tahun lalu terulang dan menimpa 11 siswa MTs Harapan Baru Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021).

Korban Tragedi Susur Sungai di Ciamis Dimakamkan, Keluarga: Ini Takdir

Keluarga mengikhlaskan kepergian korban susu sungai, dan menganggapnya sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa.

Gempa M 4,8 Guncang Bali, 3 Orang Meninggal, 7 Patah Tulang

Tiga orang meninggal dunia akibat gempa yang berpusat di 8 km barat laut Karangasem, Bali, itu.

Susur Sungai Tewaskan 11 Siswa MTs di Ciamis, Kemenag Akan Evaluasi

Kemenag turut berduka cita dan mendoakan siswa-siswa yang menjadi korban dalam kejadian itu.

10 Berita Terpopuler : Prestasi Pebulu Tangkis Vito - Rubicon Ketemu

Sosok pebulu tangkis asal Sukoharjo Shesar Hiren Rhustavito hingga kabar Rubicon yang hilang dicuri ditemukan masuk jajaran berita terpopuler pagi ini.

Pemerintah bakal Moratorium Izin Pinjaman Online

Kominfo sejak 2018 hingga 15 Oktober 2021 telah menutup 4.874 akun pinjaman online.

Suami Bejat Tawarkan Istri untuk Layanan Threesome

Dalam akun media sosial miliknya, pelaku mengunggah beberapa foto vulgar istrinya dengan tawaran layanan threesome.

Sejarah Hari Ini : 16 Oktober 1923, The Walt Disney Company Berdiri

Berbagai peristiwa penting dari seluruh penjuru dunia terjadi pada 16 Oktober dan rangkumannya tersaji dalam Sejarah Hari Ini.