Solopos Hari Ini: Kans Rekomendasi 4 Petahana
Harian umum Solopos edisi Selasa (18/2/2020).

Solopos.com, SOLO — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengundang empat pasang bakal calon bupati-calon wakil bupati asal Soloraya ke Jakarta. Empat pasangan calon (paslon) cabup-cawabup itu diyakini memiliki kans besar mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP untuk berkonstestasi dalam pilkada serentak 2020.

Keempat paslon itu adalah Kusdinar Untung Yuni SukowatiSuroto (Pilkada Sragen), Joko Sutopo-Sriyono (Pilkada Wonogiri), Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan (Pilkada Boyolali), dan Sri Mulyani-Aris Prabowo (Pilkada Klaten).

Kabar mengenai kans empat pasangan untuk mendapatkan rekomendasi PDIP itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (18/2/2020). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini ada pula ulasan mengenai wajah kota Solo yang dianggap tak lagi ramah transportasi publik, budaya, dan lingkungan.

Tak Ramah Transportasi Publik, Budaya, & Lingkungan

Wajah Kota Solo pada ulang tahun ke-275 dinilai telah banyak berubah dibandingkan lima tahun terakhir. Keberadaan infrastruktur baik yang dibiayai oleh daerah maupun pemerintah pusat telah mengubah bentang perkotaan.

Kendati begitu, pembangunan infratruktur itu sebagian dianggap tak ramah transportasi publik, cagar budaya, dan lingkungan. Sejarawan Heri Priyatmoko, menyebut arah pembangunan Kota Solo tanpa perencanaan matang.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai anggaran perbaikan jalan di Kota Solo yang tak sampai Rp2 miliar. Ada pula ulasan mengenai sarang piton di Sungai Garuda Sragen.

Menambal Jalan Tak Sampai Rp2 M

Anggaran perbaikan jalan rusak di Kota Solo hanya berkisar Rp2 miliar. Padahal saat ini banyak kerusakan di sejumlah ruas jalan.

Selain akibat tergerus air hujan, kerusakan sebagian jalan di antaranya merupakan dampak penutupan perlintasan sebidang Purwosari karena jalan-jalan yang seharusnya menampung arus lalu lintas secara terbatas itu jadi jalur alternatif.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sungai Garuda Sragen Jadi Sarang Ular Piton

Sudah berkali-kali warga di sekitar aliran Sungai Garuda di Sragen, mulai dari wilayah Kecamatan Karangmalang hingga Sragen Kota menangkap ular piton. Kawasan sungai itu pun jadi dikenal sebagai sarang ular.

Rumpun bambu dan pepohonan di sepanjang tepian sungai sepertinya menjadi tempat yang nyaman bagi reptil itu. Di wilayah Kelurahan Plumbungan, masih banyak rumpun bambu jenis ori.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho