Tutup Iklan
Harian Umum Solopos edisi Selasa (8/10/2019).

Solopos.com, SOLO — Bupati Karanganyar, Juliyatmono, melempar wacana kabupaten/kota di Soloraya ditambah tiga kabupaten di Jawa Timur membentuk provinsi baru. Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu menyampaikan wacana tersebut pada beberapa acara kedinasan.

Kabupaten/kota di Soloraya itu adalah Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Boyolali, Klaten, dan Kota Solo. Ditambah tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.

Usulan bupati Karanganyar itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (8/10/2019). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar tentang desas-desus pencalonan Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020.

Keseriusan Gibran Disambut, Henry Siap Berduet

Pernyataan anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, yang menyiapkan skenario jika nyalon wali kota disambut gembira kalangan muda di Kota Solo. Pernyataan tersebut dinilai sebagai kode keras bahwa Gibran bakal meramaikan pesta demokrasi lima tahunan Kota Bengawan.

Anggota Dewan Penasihat DPD PSI Solo, Antonius Yogo Prabowo, menyatakan sinyal Gibran akan maju dalam pilkada segera direspons dengan langkah meminang ayahanda Jan Ethes itu.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar dari asap kebakaran TPA Putri Cempo Solo yang mengganggu aktivitas sekolah di sekitarnya. Ada pula kisah para pengais rezeki di lereng Gunung Merapi.

Asap Ganggu Sekolah Sekitar Putri Cempo

Kabut asap akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA) Putri Cempo, Solo, masih menyelimuti tiga dusun di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Senin (7/10/2019). Sejumlah sekolah yang berlokasi di sekitar TPA turut terkena dampak.

Berdasarkan pantauan Espos, kepulan asap warna putih keluar dari TPA Putri Cempo dan mengarah ke utara. Kecepatan angin pada siang kemarin cukup kencang sehingga kepulan asap cepat berpindah.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Mengais Rezeki dari Gunung Merapi

Suara mesin stone crusher milik Wisnu menderu di Karangduren, kebonarum, Klaten, hampir setiap hari, sesuai jadwal penggilingan galian C pukul 08.00 WIB-17.00 WIB. Di lahan sekitar 3.500 meter persegi itu, stone crusher milik Wisnu sedikitnya mampu menghasilkan pasir sebanyak belasan truk per hari.

Harga pasir per rit di lereng Merapi berkisar Rp700.000-Rp850.000. Sejumlah truk terlihat silih berganti datang ke stone crusher itu. Sebagian besar pembeli dari luar daerah Klaten itu mengincar abu pasir hasil olahan dari stone crusher.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten